Surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: istimewa)
Surat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Tragedi susur Sungai Sempor Donokerto Turi Kabupaten Sleman menyisakan duka mendalam di dunia pendidikan. Kegiatan pramuka yang berujung tragis tersebut memakan korban jiwa dari siswa-siswa SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman.

Tak ingin kejadian serupa terjadi, Gurbernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan surat kepada Bupati dan Wali Kota Se-Jawa Timur untuk menghentikan aktivitas sekolah di alam terbuka sementara.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

"Guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi, maka seluruh aktivitas siswa sekolah yang dilakukan di alam terbuka seperti sungai, danau, gunung, dan laut untuk sementara dihentikan."

Begitu yang tertulis dalam surat yang ditandatangani Khofifah beberapa waktu yang lalu tersebut.

Ia juga meminta, kepala daerah menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayahnya agar selalu waspada saat melakukan aktivitas di sepanjang aliran sungai, terutama saat puncak musim hujan sesuai dengan perkiraan cuaca yang telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG).

Selain itu, tertulis juga agar mempersiapkan segala potensi penanggulangan bencana, baik personel relawan logistik maupun peralatan.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Mengoptimalkan peran dan fungsi BPBD sebagai koordinator dalam penanggulangan bencana," lanjutnya.

Terakhir, Khofifah minta agar peran serta masyarakat dan dunia usaha untuk ikut terlibat dalam upaya-upaya penanggulangan bencana ditingkatkan.