Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

MALANGTIMES - Nenek dan cucunya yang tinggal di Dusun Karangan Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang harus menjalani perawatan medis usai mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, Kamis (5/3/2020).

Kedua korban yang mengalami luka bakar ini adalah Sri Mukti dan cucunya, Nuryakin. ”Neneknya mengalami luka melepuh di kedua kakinya, sedangkan cucunya yang bernama Nuryakin mengalami luka bakar di bagian muka, tangan kanan dan kiri, serta kedua kakinya,” terang Camat Karangploso, Dyah Ekawati N.

Baca Juga : WNA Asal Belanda Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Diperoleh keterangan, kedua korban yang mengalami luka bakar ini akibat disembur kobaran api dari gas elpiji yang bocor. Kejadian nahas tersebut, terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Pagi itu, Sri Mukti sedang memasak di dapur rumahnya yang beralamat di Dusun Karangan, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Tidak lama setelah api menyala, tabung elpiji diduga mengalami kebocoran. 

”Gas yang bocor tersebut menyambar api dan menyembur kedua kaki Sri Mukti,” jelas Dyah.

Dengan kondisi tertatih-tatih, nenek 84 tahun itu berupaya menyelamatkan diri sembari berteriak minta tolong. Mengetahui rumah neneknya terbakar, cucu korban yang bernama Nuryakin bergegas menyelamatkannya. 

”Informasinya gas elpiji yang bocor dan memicu kebakaran adalah tabung gas berukuran 12 kilogram yang ada di dekat tungku masak,” terang Dyah.

Di sisi lain, Nuryakin yang mengetahui sumber api berasal dari tabung gas elpiji langsung bergegas mencabut regulator dan membawanya keluar dari ruangan dapur. ”Saat membawa tabung gas keluar rumah, kondisinya api masih menyala dan terus menyembur,” ungkap Dyah.

Setelah memastikan tabung gas aman, pria 39 tahun itu kembali ke dalam rumah untuk memadamkan api sekaligus menyelamatkan neneknya. Namun bukannya padam, api justru semakin membesar dan membakar hampir seluruh tubuh Nuryakin.

”Sesaat setelah kejadian kebakaran, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prasetya Husada. Informasinya korban yang bernama Sri Mukti sudah diperkenankan pulang dan menjalani rawat jalan, namun cucunya sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” sambung Dyah.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Bupati Malang Klaim Penyebabnya Tertular dari Luar

Mengetahui api tak kunjung padam, kejadian inipun dilaporkan ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek Karangploso, Muspika, dan petugas pemadam kebakaran dari PMK Kabupaten Malang dan Kota Batu dikerahkan ke lokasi kejadian.

”Kami menerjunkan 5 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian, 2 di antaranya dari PMK Kabupaten Malang sedangkan 3 unit lainnya dari PMK Kota Batu,” jelas Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Bangunan dapur yang terbuat dari kayu dan bambu, lanjut Agus, membuat kebakaran susah dipadamkan. Namun, petugas memastikan api tidak sampai merembet ke rumah warga yang lain. 

”Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta,” pungkasnya.