Proses evakuasi korban gantung diri atas nama Badrus Soleh dari atas sumur. (Foto: Babinsa for MalangTimes)
Proses evakuasi korban gantung diri atas nama Badrus Soleh dari atas sumur. (Foto: Babinsa for MalangTimes)

MALANGTIMES - Setiap orang tampaknya harus mengawasi anggota keluarganya yang diketahui mengalami gangguan kesehatan, semacam depresi. Jika tidak, bisa terjadi seperti apa yang menimpa Badrus Soleh.

Warga Dusun Bakalan RT 003/RW 02, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, itu ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan tanpa nyawa di sumur belakang rumahnya dengan posisi tali yang mengikat di lehernya pada hari Rabu (4/3/2020) sekitar pukul 06.30 WIB. Diduga korban Badrus Soleh nekat bunuh diri karena mengalami depresi setelah tiga bulan orang tuanya meninggal. 

Petugas babinsa wilayah Bululawang Koptu Yatno yang sedang berada di tempat kejadian perkara (TKP) menjelaskan bahwa yang pertama menemukan jenazah Badrus adalah Pardi. Sehsri-hari, Pardi biasa  memberikan makan untuk korban.

Selanjutnya Pardi (42) melapor ke Kepala Dusun Bakalan Bisri.  Bisri pun meneruskan informasi tersebut ke jajaran aparat yang berwenang.
 

Pihak Polsek Bululawang, Koramil 0818/18 Bululawang, bersama PMI Kabupaten Malang yang dibantu warga sekitar melakukan evakuasi korban gantung diri. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Polsek Bululawang telah mengamankan barang bukti berupa kain pengikat leher korban.

Baca Juga : Rektor UM Benarkan Ada Dosen yang Positif Covid-19

Keluarga Badrus menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka telah menerima dengan ikhlas.