Nahas, Dua Santri Pesantren An-Nur 2 Hanyut Saat Melintasi Sungai Kalimanten

Mar 03, 2020 21:07
Petugas gabungan saat melakukan koordinasi untuk mencari dua orang korban yang hanyut di sungai kalimanten (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas gabungan saat melakukan koordinasi untuk mencari dua orang korban yang hanyut di sungai kalimanten (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nahas dialami Media Agus Riono warga Jalan Pendawaeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dan Abdul Rasyid warga Lowokwaru, Blimbing, Kota Malang.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Dua orang santri Pesantren An-Nur 2 tersebut dinyatakan hanyut terbawa arus Sungai Kalimanten yang ada di sekitar kawasan Ponpes (Pondok Pesantren) yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (3/3/2020).

”Petugas masih melakukan koordinasi di lokasi kejadian. Jika tidak memungkinkan proses pencarian dilanjutkan esok hari karena waktu sudah malam,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi kejadian, petugas gabungan dari PMI, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, Polsek dan Koramil Bululawang, serta sejumlah relawan sedang sibuk berkoordinasi guna mencari keberadaan dua orang santri yang dikabarkan hanyut terbawa arus sungai tersebut. 

”Masih koordinasi, kabar selanjutnya menyusul,” terang Utomo.

Sementara itu, Manda salah satu santri Pesantren An-Nur 2 menuturkan kejadian terseretnya dua orang santri tersebut terjadi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. 

”Pas kejadian terjadi hujan deras, banyak santri di pondok. Soalnya jam segitu (waktu kejadian) memang tidak ada kegiatan,” terang Manda saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Namun, disaat para santri memilih menunggu waktu maghrib di lingkungan pondok pesantren, kedua korban dan beberapa orang temannya memilih pergi menyusuri Sungai Kalimanten yang lokasinya tidak jauh dari Ponpes An-Nur 2. 

Baca Juga : Diganggu Hantu Saat Karantina, Pemudik dari Italia Ini Melarikan Diri

”Perginya bareng-bareng, tapi yang hanyut dua orang (Agus dan Rasyid),” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun media ini, sesaat sebelum kejadian kedua korban sempat menyeberangi Sungai Kalimanten. 

Saat itu, Agus berhasil menyeberang dengan selamat. Mungkin karena ingin menyusul temannya, Rasyid akhirnya nekat menyeberang sungai meski yang bersangkutan tidak bisa berenang.

Nahas, karena kurang berhati-hati, derasnya arus sungai langsung menghantam tubuh bocah belasan tahun tersebut. 

Mengetahui jika temannya terpeleset dan terbawa arus sungai, Agus seketika berupaya menyelamatkan Rasyid.

”Pas berusaha menyelamatkan itu, Agus juga tidak kuat menarik temannya yang terseret arus. Akhirnya mereka (kedua korban) hanyut semua,” tutup Manda yang kemudian diinstruksikan oleh pengasuh pondok untuk kembali ke asrama.

Topik
MalangBerita MalangAgus RionoDua Santri Pesantren An Nur 2 HanyutAgus dan Rasyid hanyutSantripondok pesantren

Berita Lainnya

Berita

Terbaru