Petugas saat melakukan penyelidikan di rumah TN, korban dugaan pencurian anak yang ternyata hanya berita hoax (Foto : Istimewa)
Petugas saat melakukan penyelidikan di rumah TN, korban dugaan pencurian anak yang ternyata hanya berita hoax (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Desas-desus kabar dugaan penculikan anak yang terjadi di Dusun Druju, Desa Telogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang ternyata tidak benar alias hoaks.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan MalangTIMES.com, Senin (2/3/2020) malam.

Baca Juga : Bergerak Mandiri, Baitul Mal Ahad Pon Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

”Hoaks itu, tadi siang (Senin 2/3/2020) anggota sudah meng-cross check serta melakukan pendalaman di lapangan dan menemukan fakta jika dugaan adanya pencurian anak tidaklah benar,” tegas perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Berdasarkan penelusuran wartawan, kabar dugaan penculikan anak ini masif diberitakan sejak Minggu (1/3/2020). Adalah TN (inisial) bocah asli Dusun Druju, Desa Telogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang dikabarkan hendak diculik oleh kawanan pencuri pada Jumat (28/2/2020) malam.

Bocah 7 tahun itu masif diberitakan jika dirinya hendak diculik sebanyak 2 kali oleh kawanan pencuri yang diduga mengendarai mobil. Di mana mobil yang diduga tidak bernopol tersebut, ditumpangi oleh 7 cowok dan 1 cewek. Sedangkan yang dianggap hendak mencuri TN, diberitakan merupakan 2 orang pria yang mengenakan penutup wajah.

”Kami (anggota Satreskrim Polres Malang) sudah mendalami di lapangan, hasil koordinasi dengan perangkat desa dan beberapa saksi memastikan jika dugaan penculikan anak tidaklah benar,” terang anggota polisi yang akrab disapa Andaru ini.

Berdasarkan pendalaman wartawan, Tasuwi selaku Kades (Kepala Desa) Tlogorejo, saat dimintai keterangan oleh polisi mengatakan jika dirinya hanya mendapatkan informasi dugaan pencurian anak dari Kasun (Kepala Dusun) Druju. 

Dari informasi yang diperolehnya, Tasuwi menuturkan jika bocah berinisial TN bukanlah korban dari dugaan pencurian. ”Informasinya memang ada warga yang melihat kejadian itu (dugaan pencurian), tapi itu dipastikan bukan pencurian. Dia (TN) memang memiliki kebiasan ikut orang atau numpang kendaraan yang sedang melintas,” terang Andaru.

Belakangan diketahui, dugaan TN yang sering ikut kendaraan orang yang melintas itu, dilakukan hampir setiap hari saat yang bersangkutan pergi main. Bahkan tersiar kabar, jika TN juga memiliki keterbelakangan mental. Hal itulah yang membuat dirinya gemar ikut kepada siapa saja orang ataupun kendaraan yang melintas di sekitar rumahnya.

”Informasinya memang seperti itu (gemar ikut orang), saat ini si anak (TN) sudah ada di rumah bersama orang tuanya,” jelas Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.

Baca Juga : Kabupaten Malang Belum Merasa Perlu Terapkan PSBB

Dugaan kabar pemberitaan tidak benar tersebut, juga disampaikan oleh Atim selaku Kasun Druju. Dirinya juga sempat mendapat laporan dari orang tua TN tentang adanya kabar burung tersebut.

Namun, saat dipastikan di lapangan, ternyata TN ada di rumah dan tidak ada warga setempat yang membenarkan adanya percobaan pencurian terhadap TN. ”Kejadiannya itu pas malam hari, saat itu dia (TN) sedang perjalanan pulang dari ngaji. Tapi pas mau ikut orang, dilarang oleh tetangganya yang mengira jika bocah itu hendak diculik,” ungkap Andaru.

Saksi yang melarang TN untuk masuk ke dalam mobil itu, diketahui berinisial RN. Remaja 12 tahun itu, sempat melihat TN hendak masuk ke dalam mobil yang kemudian melarangnya karena menganggap hendak dibawa pelaku pencurian.

”Intinya hanya miskomunikasi yang terjadi antara TN dan saksi RN, faktanya tidak ada aksi percobaan pencurian anak. Dari pendalaman kami, sejauh ini juga tidak pernah ada laporan maupun kejadian pencurian anak di sekitar lokasi kejadian,” sambung Andaru sembari mengatakan saat ini situasi di Desa Tlogorejo relatif aman dan kondusif.

Meski demikian, lanjut Andaru, pihaknya tetap menginstruksikan anggota Satreskrim Polres Malang dan Bhabinkamtibmas Polsek Pagak, untuk melakukan penyuluhan guna mengantisipasi adanya peluang tindak kejahatan.

”Anggota di lapangan sudah melakukan penyuluhan dan pendekatan terhadap masyarakat di sekitar tempat tinggal TN, agar tidak mudah termakan isu penculikan,” imbau Andaru mengakhiri.