Tersangka Sudi Hartono alias Remon (di dalam mobil) saat digelandang petugas ke kantor Mapolsek Singosari
Tersangka Sudi Hartono alias Remon (di dalam mobil) saat digelandang petugas ke kantor Mapolsek Singosari

MALANGTIMES - Efek jera yang didapat Sudi Hartono alias Remon saat mendekam di penjara, nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap pria yang berusia sekitar 35 tahun tersebut. 

Pasalnya, setelah bebas dari penjara warga Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini kembali dijebloskan ke dalam bui karena terbukti melancarkan aksi pencurian.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

”Kasusnya masih dalam penyidikan, diduga kuat tersangka Remon sudah sering melancarkan aksi pencurian di beberapa TKP (Tempat Kejadian Perkara) lainnya,” jelas Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni, Senin (2/3/2020).

Terbaru, tersangka Remon terbukti melancarkan aksi pencurian di sebuah toko kelontong yang berlokasi di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Aksi pencurian tersebut terjadi pada Sabtu (29/2/2020) dini hari.

”Modusnya, tersangka merusak gembok pintu dengan menggunakan besi kubut dan besi cross joint sebelum akhirnya membawa beberapa barang curian yang ada di lokasi kejadian,” terang Farid.

Berdasarkan laporan kepolisian, setelah memastikan situasi aman, sekitar pukul 02.00 WIB pelaku bergegas masuk ke dalam toko guna melancarkan aksi pencurian.

Namun, belum sempat kabur sesaat setelah membawa barang hasil curiain, aksi pelaku sudah kepergok oleh satpam yang bertugas di Stasiun Singosari.

”Saksi saat itu mendengar ada suara seperti batu yang dilempar, setelah mendatangi sumber suara ternyata ada seorang pria yang diduga sedang melancarkan aksi pencurian,” sambung Farid yang juga pernah menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Malang ini.

Setelah melihat gerak-geriknya dan memastikan jika pria yang ada di dalam toko kelontong adalah pelaku pencurian. Saksi akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Singosari yang sedang berpatroli langsung diluncurkan ke lokasi kejadian. Melihat ada mobil polisi yang mendekat, pelaku Remon bergegas meninggalkan lokasi kejadian.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

Beruntung, saat belum jauh meninggalkan lokasi kejadian, petugas kepolisian berhasil mengamankan tersangka dan menyita beberapa barang bukti hasil curian dari tangan pelaku.

Barang bukti yang diamankan tersebut meliputi, satu buah gembok yang dirusak pelaku, dan 2 tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram hasil curian.

Selain itu, beragam sarana pencurian seperti satu buah besi kubut, besi kros joint, karung dan tas untuk mengangkut hasil curian, gunting, tang, dan satu unit sepeda motor milik pelaku juga disita sebagai barang bukti.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara,” tegas Kapolsek Singosari dengan pangkat tiga balok di bahu itu.

Di sisi lain, dari hasil penyidikan polisi, tersangka Remon ini juga pernah dijebloskan kedalam penjara karena kasus serupa. Yakni kasus pencurian dengan tindak pemberatan. ”Tersangka pernah dihukum dengan kasus yang sama (residivis) pada tahun 2016 lalu,“ pungkasnya.