Alun-Alun Kota Batu merupakan kawasan tanpa rokok. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Alun-Alun Kota Batu merupakan kawasan tanpa rokok. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peraturan daerah (perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR)  bakal segera diusulkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengampanyekan hidup sehat tanpa merokok di Kota Batu. 

Rencananya Dinkes akan mengusulkan dan ngebut menyelesaikan draf ranperda kawasan tanpa rokok pada  2020 ini. Apalagi, melihat beberapa daerah lainnya sudah membuat produk hukum tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batu pun  bergegas untuk melakukan usulan tersebut. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

“Daerah lainnya sudah ada perda KTR. Jadi, kami  tahun ini akan mengusulkan itu untuk mengkampanyekan hidup sehat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari.

Ia menjelaskan, danya perda KTR itu untuk meminimalisasi penyakit tidak menular. Sehingga penting mengapa ada kawasan tanpa rokok.

Menurut Kartika, aturan soal kawasan tanpa rokok itu sudah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu. Misalnya di sekolah, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat ibadah.

“Hal ini dilakukan khususnya untuk melindungi para balita karena berisiko stunting pada balita,” jelasnya. Menurut Kartika, residu dari asap rokok itu akan tetap menempel di dalam rumah dan secara otomatis bisa terhirup anak.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

“Bahkan kami bersiap untuk melakukan survei door to door hingga akan dilakukan dengan sosialisasi,” katanya. "Apalagi melihat saat ini kasus stunting cukup tinggi di beberapa daerah," imbuh dia.