Tersangka Wiji diamankan pihak Polsek Tirtoyudo bersama barang bukti 15 batang kayu.
Tersangka Wiji diamankan pihak Polsek Tirtoyudo bersama barang bukti 15 batang kayu.

MALANGTIMES - Seorang tersangka diamankan Unit Reskrim Polsek Tirtoyudo saat tengah menjalankan aksinya mencuri kayu di lahan Perhutani peta 44a, pada hari Sabtu (29/2/2020).

Beberapa kasus serupa kerap terjadi di lahan milik Perhutani. Banyak pohon-pohon yang menjadi incaran pencuri untuk nantinya dijual atau digunakan sendiri. 

Untuk antisipasi kasus serupa, Perhutani melakukan patroli bersama jajaran Polsek Tirtoyudo pada Sabtu (29/2/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut penjelasan Kapolsek Tirtoyudo AKP Lukman Hudin, saat melakukan patroli bersama pihak Perhutani di lahan miliknya, mendapatkan informasi dari masyarakat terdapat seseorang mengangkut kayu di lahan milik Perhutani.

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

"Sabtu kemarin patroli bareng Perhutani, dapat info dari masyarakat, kita lakukan lidik, betul ada yang ngibal kayu hutan. Lalu kita lakukan penangkapan,"jelasnya. 

Lukman menambahkan, tersangka bernama Wiji Utomo (32) warga Dusun Gampingan, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tersangka kemudian langsung diamankan bersama barang bukti 15 batang kayu ke Polsek Tirtoyudo.

Lukman menuturkan bahwa tersangka masih baru kali ini melakukan kejahatan pencurian, serta atas kemauan pribadi.

"Baru kali ini tersangkut masalah kayu. Belum pernah masuk bui. Dia melakukan hal tersebut atas kemauan dia sendiri," tuturnya.

"Dia berdalih, kayu yang dicuri itu untuk membetulkan dapur di rumahnya," lanjutnya.

Pihak kepolisian mengamankan barang bukti 15 batang kayu. Dua batang kayu kembang, enam batang kayu bayur, tujuh batang kayu bayur dengan berbagai macam ukuran.

Dari kejahatan yang dilakukan tersangka, Perhutani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 2.721.000,-. 

Atas perbuatan tersangka sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 82 ayat 1 huruf b, tersangka diancam hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara.