MALANGTIMES - Tagihan layanan air bersih kembali dikeluhkan pelanggan PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Pasalnya, pelanggan harus membayar tagihan hingga dua kali lipat dari bulan biasanya. Sementara aliran air belum normal seperti semula.

Di antaranya disampaikan warga Kelurahan Kedungkandang, Aprilia yang mengeluh lantaran tagihan pemakaian air bersih miliinya naik dua kali lipat. 

Baca Juga : Belanja Lewat e-Commerce, Penjualan Tiga Produk Ini Melejit selama Pandemi Covid-19

Pembayaran yang ia lakukan di bulan Februari sebesar Rp 93 ribu. Padahal, tagihan Februari semestinya untuk pemakaian Januari.

Sementara sepanjang Januari, air yang ia gunakan tak terlalu banyak. Karena saat itu terjadi kerusakan pada pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta. Sehingga kawasan perumahannya tak secara rutin merasakan aliran air PDAM.

"Kalau tagihan Februari untuk pemakaian Januari habis Rp 43 ribu. Maret untuk pemakaian Februari ini saya belum cek lagi habis berapa, tapi aliran air belum normal seperti sebelumnya. Tiga hari mati, tiga hari nyala," terang dia.

Hal senada juga disampaikan warga perumahan City Side, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Idha Ismawati. 

Dia menyebut, tagihan air bersih miliknya juga mengalami kenaikan. Padahal, perumahannya merupakan salah satu kawasan terdampak pecahnya pipa transmisi.

"Biasanya habis Rp 150 ribu. Tapi tagihan yang buat Januari malah habis Rp 200 ribu," terangnya.

Dia pun merasa sangat dirugikan. Sehingga dia berharap agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut. 

Sebab selama ini pelanggan juga selalu membayarkan kewajibannya tepat waktu. Karena jika terlambat akan langsung kena denda.

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas pun menanggapi santai keluhan yang disampaikan pelanggannya tersebut. 

Muhlas menyampaikan jika pengaduan merupakan hal biasa yang disampaikan dalam setiap layanan yang diberikan.

"Pengaduan itu sesuatu yang biasa dan bukan sesuatu yang luar biasa. Namanya pelayanan pasti ada pengaduan dari masyarakat," katanya.

Tagihan yang membengkak itu menurutnya bisa saja dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan meteran saluran air. 

Baca Juga : Harga Gula Masih Naik, Diskopindag dan Pabrik Gula Gelar Operasi Pasar hingga 4 Kali

Karena meteran tersebut akan terus bergerak lantaran memiliki unsur angin.

"Kadang-kadang masyarakat itu nggak paham. Kalau meteran dibuka terus ya akan muter itu. Tapi nggak apa-apa, setiap pengaduan akan direspons teman-teman," imbuhnya.

Dia pun menyarankan agar pelanggan yang memiliki keluhan untuk segera datang ke kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Di sana, semua pengaduan akan ditangani oleh pihak yang berwenang.

Jika memang kesalahan ada pada pihak PDAM Kota Malang, Muhlas berjanji untuk memberikan reduksi atau potongan atas tagihan yang diberikan kepada pelanggan. 

"Akan saya reduksi sekian persen kalau memang kesalahannya ada pada kami," terangnya.

Dia pun meminta agar masyarakat tak membuat aduan di media sosial. Karena setiap aduan bisa diberikan melalui loket yang disiapkan. 

Setiap aduan akan diselesaikan sesuai dengan prosedur dan bentuk aduan itu sendiri.

"Penyelesaiannya akan berbeda, tergantung keluhan. Pengaduan sudah ada jalurnya, kami buka aduan agar pelanggan datang dan akan ditindaklanjuti," pungkasnya.