Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mewujudkan kawasan Kayu Tangan sebagai wisata heritage atau sejarah semakin matang. Pembangunan yang ditaksir mencapai dana Rp 34 miliar itu bakal dikerjakan mulai April 2020 mendatang.

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Rinciannya, anggaran pembangunan tersebut diambil dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 16 miliar, dana dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pemerintah pusat Rp 10 miliar, dan sisanya Rp 8 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

Konsepnya tidak hanya meniru kawasan Malioboro di Yogyakarta. Tetapi juga akan dipadukan dengan City Walk Unter Den Linden di Jerman.

Bahkan, nantinya Jalan Basuki Rahmat akan berubah menjadi satu nama saja, yakni Kayu Tangan. Puluhan ruko yang menghiasi sepanjang jalan ini dengan nuansa bangunan lawas bakal menjadi acuan Pemkot Malang untuk memaksimalkan wajah baru tersebut.

Unsur sejarah bangunan peninggalan Belanda di kawasan trotoar dan kampung heritage inilah yang diutamakan untuk menggaet wisatawan. "Kayu Tangan ini fokusnya heritage. Jadi, tidak hanya terbatas pada area depan saja, tapi bagaimana nanti satu kesatuan dengan perkampungan yang ada di dalamnya," kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Dijelaskan, trotoar di sepanjang Jalan Basuki Rahmat itu akan disterilkan dari pedagang. Hal tersebut untuk memaksimalkan khas tempo dulu Kota Malang. Karena itu, untuk menambah semarak nuansa wisata di Kayu Tangan Heritage, Sutiaji menyebut nantinya bakal ada beragam event dari seniman kreatif Kota Malang

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

"Harapan kita kan ini menjadi jujugan wisatawan. Jadi, nanti juga akan disuguhkan beberapa event di sana. Sehingga wisatawan datang sambil menikmati suasana," ungkapnya.

Progres pembangunan kawasan ini dibagi menjadi tiga zona. Zona I dari simpang tiga kantor PLN menuju simpang empat kantor BCA. Kemudian, zona II dari kantor BCA menuju Jl Basuki Rahmat Gang IV dan Zona III dari gang IV menuju area Sarinah.

Sementara, area pedagang yang akan memamerkan produk jualnya seperti kuliner, suvenir, dan lainnya akan dipusatkan di dalam perkampungan, yakni Kampung Heritage Kajoetangan. Lokasinya memasuki gang perkampungan di kawasan tersebut.

"Sehingga nanti semuanya nyambung. Dari area depan hingga ke dalam Kampung Heritage itu," kata Sutiaji.