Suasana di Makkah Al-Mukarromah. (Foto: Istimewa)
Suasana di Makkah Al-Mukarromah. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Beberapa waktu yang lalu tersiar kabar bahwa penutupan akses keluar dan masuk ke Arab Saudi hanya berlaku 14 hari setelah surat edaran resmi dari Pemerintah Arab Saudi pada hari Kamis (27/2/2020) dikeluarkan.

Hal ini disampaikan oleh salah satu agen perjalanan umrah dan haji yang mengatakan hanya 14 hari penutupan akses ke Arab Saudi.

Baca Juga : Jika Covid-19 Sampai Menyebar di Korea Utara, Kim Jong Un Beri Ancaman Ini pada Pejabatnya

"Hanya 14 hari dari kemarin. Itu nanti akan dibuka lagi. Larangan untuk datang ke Saudi itu kemungkinan akan dicabut pada tanggal 14 Maret mendatang," ujar CEO Shafira Tour and Travel, Andi Alamsyah dikutip dari detikcom, Jum'at (28/2/2020).

Andi sendiri mengaku mendapat info tersebut dari maskapai penerbangan melalui memo larangan yang beredar.

"Infonya dari salah satu maskapai penerbangan itu menulis memo (larangan penerbangan) berlaku sampai tanggal sekian (14 Maret)," jelasnya.

Sehingga, dia mengasumsikan bahwa untuk larangan penerbangan menuju Arab Saudi hanya berlaku dua minggu atau 14 hari saja setelah dikeluarkannya surat dari Pemerintah Arab Saudi tentang penutupan akses keluar dan masuk Arab Saudi yang berlaku untuk seluruh negara.

Ini merupakan asumsi yang nantinya bisa benar terjadi atau tidak. Karena kemarin malam pada hari Sabtu (29/2/2020), berita yang tayangkan dari Kedutaan Besar RI yang ada di Arab Saudi menyatakan bahwa belum ada kepastian waktu pembukaan akses ke Arab Saudi. 

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Pihak Kedutaan Besar RI juga menunggu pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait pembukaan akses kembali menuju Arab Saudi.

Usaha-usaha yang dilakukan pihak travel haji dan umrah, salah satunya dari Darussalam Wisata adalah melakukan koordinasi secara intensif pada pihak-pihak terkait untuk memastikan tanggal berapa dibuka akses ke Arab Saudi.

"Usaha yang dilakukan yaitu terus menjaga koordinasi dengan pusat untuk memastikan tanggal dibukanya akses ke Arab Saudi dan juga berdoa agar Arab Saudi segera dibersihkan dari Virus ini," terangnya pada pewarta, pada hari Minggu (1/3/2020).