Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dinilai masih cukup rendah. Kota Pendidikan ini pun banyak mendapat saran untuk mengembangkan sayapnya di berbagai bidang dalam meraup potensi yang lebih tinggi.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, target PAD Kota Malang pada 2020 adalah Rp 2,2 Triliun. Angka itu banyak dikritisi dan disebut terlalu rendah dengan potensi yang dimiliki Kota Malang selama ini.

Baca Juga : Sederet Megaproyek Pemkot Malang Ditunda, Termasuk Pembangunan Mini Block Office

"Mulai dari pengusaha sampai KPK menyebut potensi PAD Kota Malang bisa mencapai Rp 3 Triliun sampai Rp 4 Triliun. Maka ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua," katanya.

Pria berkacamata itu menyampaikan, kelemahan Kota Malang selama ini adalah pada sistem yang diterapkan. Sehingga dia berharap agar masing-masing Perangkat Daerah (PD) lebih tegas dalam meraup setiap potensi yang dimiliki.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, Kota Malang memiliki banyak potensi yang patut dikembangkan. Salah satunya adalah dalam bidang pariwisata. Hal itu berbanding lurus dengan rencana pembangunan Pemerintah Indonesia dalam bidang pariwisata.

Sutiaji menargetkan, potensi wisata di Kota Malang lebih ditingkatkan lagi. Selain melakukan berbagai inovasi, Perangkat Daerah (PD) terkait diharapkan untuk menjalin kerjasama dengan banyak pengusaha yang sudah berinvestasi di Kota Malang.

Baca Juga : Dampak Covid-19, PAD Kota Malang Diprediksi Turun 50 Persen

"Saya tekankan agar pengusaha juga membayarkan kewajiban berupa pajak sebagaimana ketentuan, Badan Pendapatan Daerah juga agar tegas menindak WP yang bandel," urai dia.