Kabupaten Malang Darurat Narkoba, 2 Bulan Sita Setengah Kilogram Sabu

Feb 29, 2020 13:16
Puluhan poket narkoba yang disita polisi sebagai barang bukti dari hasil ungkap kasus sabu sejak bulan Januari hingga Februari. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Puluhan poket narkoba yang disita polisi sebagai barang bukti dari hasil ungkap kasus sabu sejak bulan Januari hingga Februari. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus peredaran narkoba masih marak terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Bahkan, dalam kurun waktu 2 bulan ini, jumlah ungkap kasus dan tersangka yang diamankan karena perkara narkoba mengalami peningkatan.

Terbaru, anggota Unit Satreskoba Polres Malang meringkus dua orang tersangka yang terlibat jaringan peredaran narkoba sekaligus. Salah satunya berinisial CT, warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Wanita 32 tahun itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diringkus anggota Satreskoba Polres Malang lantaran terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

”Dari hasil penyidikan, tersangka CT terbukti terlibat dalam perdaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Tersangka CT mengaku terpaksa mengedarkan narkoba karena terdesak kebutuhan ekonomi. Pasalnya, semenjak suaminya dijebloskan ke penjara, wanita yang berusia lebih dari kepala tiga itu harus menafkahi keluarganya seorang diri.

”Suaminya sudah kami tahan karena kasus narkoba. Kemudian pekerjaan sebagai pengedar itu dilanjutkan istrinya,” ucap Hendri.

Kondisi serupa juga dialami oleh tersangka lain yang berinisial UH, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Wanita 52 tahun itu mengaku terpaksa mengedarkan narkoba karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Perempuan berstatus janda itu mengaku  uang hasil berjualan narkoba digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sedangkan sasaran utama tersangka untuk mengedarkan narkoba adalah remaja dan mahasiswa yang ada di wilayah Malang selatan.

”Terhadap keduanya kami jerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegas Hendri sembari mengatakan jika ancaman maksimalnya adalah 20 tahun kurungan penjara.

Terpisah, Kasat Reskoba Polres Malang, AKP Anton Widodo menjelaskan,  sejak awal tahun 2020 lalu hingga akhir  Februari, kasus peredaran narkoba memang marak terjadi di wilayah hukum Polres Malang.

Pada  Januari lalu, terdapat 15 kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap petugas Satreskoba Polres Malang. Dari 15 kasus yang terungkap, polisi meringkus sebanyak 19 orang tersangka.

”Dari 15 kasus tersebut, 14 di antaranya merupakan kasus jaringan perdaran sabu. Sedangkan satu sisanya merupakan hasil ungkap kasus kepemilikan pohon ganja,” ungkap Anton.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

Bergeser ke Februari, jumlah ungkap kasus narkoba mengalami peningkatan. Sejak awal bulan hingga penghujung Februari, polisi berhasil mengungkap 19 kasus dan mengamankan 22 orang tersangka.

”Kecamatan Sumawe (Sumbermanjing Wetan), Dampit, Singosari, Lawang, Dau, hingga Karangploso menjadi daerah paling rawan peredaran narkoba,” ujar Anton sembari mengatakan bahwa  kasus yang sudah terungkap awal tahun 2020 bakal dikembangkan hingga ke jaringan para bandar.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini mengaku, jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, kasus ungkap narkoba tahun 2020 mengalami peningkatan yang signifikan. Terutama pada ungkap kasus sabu-sabu.

Hal itu terbukti dari banyaknya barang bukti yang didapat polisi pada awal tahun 2020 ini. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan, polisi mampu mengamankan barang bukti sebanyak 521,18 gram sabu. Jumlah itu lebih tinggi daripada tahun 2018 lalu. Pasalnya, tahun itu barang bukti sabu yang disita petugas hanya 443,56 gram.

”Narkoba yang beredar di Kabupaten Malang ini rata-rata dipasok dari Kota Batu, Surabaya, Madura, dan Jakarta,” tutup mantan kasat reskrim Polres Batu ini.

 

Topik
Malangberita malangKasus peredaran narkobaanggota Unit Satreskoba Polres MalangKapolres Malang AKBP Hendri UmarKabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru