Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan surat resmi pada Kamis (27/2/2020) yang berisi penutupan akses keluar masuk ke Arab Saudi.

Penutupan akses ini termasuk pada warga negara Indonesia yang umroh. Hal ini dilakukan guna mencegah masuknya virus Corona atau COVID-19.

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto meminta agar masyarakat menghormati kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut.

"Kalau urusan kebijakan itu kita harus menghargai. Jangan membuat benturan antar pemerintah," ucapnya kepada awak media usai memberi kuliah tamu dengan topik Ketahanan Kesehatan Nasional di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Jumat (28/2/2020).

"Karena habis itu untuk disiapkan untuk jamaah haji yang begitu besar," sambungnya.

Yang terpenting, kata Terawan, adalah membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sehat. Dia sendiri menjamin jamaah yang akan berangkat umroh semua sehat.

"Sehat. Sampai saat ini kan sehat. Yang paling penting kita buktikan bahwa negara kita ini semua sehat, baik. Sampai detik ini kita bersyukur, ya besok atau lusa kita berdoa terus," tegasnya.

Dikatakan Terawan, cara meyakinan pemerintah Arab Saudi yakni dengan menunjukkan data apa adanya, bahwa masyarakat Indonesia bebas dari COVID-19.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Dengan kenyataan aja, dengan data, by data. Data apa adanya," ucapnya.

Terawan sendiri menjamin hingga saat ini COVID-19 masih belum masuk ke Indonesia. Hal ini disebabkan Kemenkes telah melakukan kesiapan yang mengacu kepada standar WHO dengan baik.

"Kesiapan itu sudah kita lakukan. Siapa yang meremehkan kesiapan kita? Ya negara lain. Selalu pasti ingin meremehkan padahal kita mengacu pada tool dari WHO," tandasnya.