Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto membeberkan sejumlah cara untuk mencegah virus Corona. Alih-alih menyarankan masyarakat untuk memakai masker, dr Terawan meminta masyarakat untuk terus berdoa salah satunya.

"Kalau saya bilang untuk mencegah itu harus pakai masker, bayangin berapa triliun harus keluar dalam 10 hari," katanya saat kunjungan kerja ke Malang.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Terawan memberi kuliah tamu dengan topik Ketahanan Kesehatan Nasional di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Jumat (28/2/2020).

Dikatakan Terawan, pemakaian masker oleh semua masyarakat akan sangat merepotkan. Pihaknya sendiri sudah mengonfirmasi WHO, yang menyatakan bahwa yang memakai masker adalah yang sakit.

"Saya sudah konfirmasi ke WHO, yang pakai masker itu yang sakit," ucapnya.

Cara mencegah yang paling baik, kata Terawan adalah dengan mencuci tangan. Kedua, baru meningkatkan imunitas tubuh.

"Cara meningkatkan imunitasnya apa? Ya terus berpikir positif, terus berdoa yang baik, olahraga ringan, makan makanan yang cukup, istirahat cukup," paparnya.

Terawan menyebut bencana corona ini dengan pagebluk. Dalam menghadapi pagebluk, perlu mengingat cara para sesepuh.

"Pertama tirakat, berpikir yang jernih, mendoakan yang baik," ucapnya.

"Yang kedua ya jangan mendatangi yang sakit. Yang sakit jangan keluar. Itu amanah dari orang tua kita dulu," sambungnya.

Terawan juga meminta masyarakat untuk tidak takut. Sebab, kesiapan Indonesia yang mengacu kepada standar WHO sudah dilakukan dengan baik.

Baca Juga : Kata Pemerintah soal Karantina Wilayah Berisiko Covid-19 Gelombang Dua: Kita Sudah Hitung

"Kesiapan itu sudah kita lakukan. Siapa yang meremehkan kesiapan kita? Ya negara lain. Selalu pasti ingin meremehkan padahal kita mengacu pada tool dari WHO," tegas dia.

Diibaratkan oleh Terawan bahwa saat ini masyarakat baru menghadapi peperangan besar. Nah, menghadapi peperangan besar harus selalu efisien.

"Jangan dihabis-habiskan tenaganya di awal, nanti di akhir habis tenaga kita," pungkasnya.