Para pelaku curas (baju tahanan oranye) yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat hendak diamankan polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Para pelaku curas (baju tahanan oranye) yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat hendak diamankan polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelaku kejahatan di Kabupaten Malang semakin nekat saat melancarkan aksinya. Tanpa terkecuali pelaku penjambretan. Bahkan, guna melancarkan aksinya,  pelaku tidak segan menodongkan senapan dan melepaskan tembakan kepada para korban.

Terbaru, aksi penjambretan ini terjadi pada akhir pekan lalu. Tersangkanya bernama Rosidi, warga Dusun Subanding Timur, Desa Godong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Pria 21 tahun itu diringkus anggota Polsek Singosari sesaat setelah melancarkan aksi penjambretan. ”Tersangka kami amankan saat berupaya kabur usai melancarkan aksi penjambretan. Kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Anggota sedang memburu keberadaan satu pelaku lainnya yang berhasil kabur saat hendak diamankan petugas,” kata Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni, Jumat (28/2/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, korban  aksi penjambretan ini bernama Tri Yael Binus, warga Dusun/Desa Dapaan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pria 27 tahun ini dijadikan sasaran penjambretan saat melintas di kawasan Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

”Saat metintas di lokasi kejadian, korban dipepet oleh kedua pelaku yang saat itu mengacungkan senjata tajam. Modus semacam itu dilakukan pelaku untuk mengancam dan menakuti korban,” jelas Farid.

Setelah mendapatkan barang rampasan milik korban, kedua pelaku bergegas meninggalkan lokasi kejadian. Beruntung di saat bersamaan, ada petugas kepolisian dari Mapolsek Singosari yang melakukan patroli. Polisi bergegas mengejar komplotan jambret tersebut setelah korban berteriak minta tolong.

Saat terjadi kejar-kejaran itulah, pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor matic sempat terjatuh. Namun, saat hendak diamankan, si pengendara bergegas kabur. Sedangkan pelaku yang jatuh, Rosidi, berhasil diringkus polisi.

”Dari tangan tersangka, kami menyita 1 unit HP (handphone) hasil rampasan dan sebilah pisau sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” ujar Farid

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, dalam kurun waktu 2 minggu belakangan ini, memang marak terjadi aksi penjambretan. Tercatat ada 7 orang tersangka dari 6 kasus curas (pencurian dengan tindak kekerasan) yang berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Malang dan polsek jajaran.

”Wilayah Singosari, Kepanjen, Lawang, Dau, Bululawang, dan beberapa kecamatan di Malang selatan masuk dalam zona rawan kejahatan jalanan,” ungkap Hendri.

Menurut kapolres, para pelaku kejahatan jalanan tersebut marak menggunakan senjata guna menakuti korbannya. Selain bermodal senjata tajam, pelaku juga ada yang nekat membawa senapan air soft gun ketika melancarkan aksinya.

Terakhir, pelaku penjambretan bersenjata senapan ini beraksi di wilayah hukum Polsek Dampit. Korbannya bernama Leginem, warga Lingkungan Ngelak, Kelurahan/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Nenek 70 tahun itu dijadikan sasaran curas ketika sedang berjualan di Pasar Dampit. Setelah ditodong dan diancam dengan cara melepaskan tembakan sebanyak 2 kali, korban tak sadarkan diri dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Akibat dijarah jambret, korban mengalami kerugian mencapai Rp 11 juta. Pasalnya, selain uang hasil jualan, perhiasan milik korban juga dibawa kabur oleh pelaku.

”Anggota Kring Reserse sudah kami siagakan untuk melakukan pemantauan di lokasi rawan kejahatan. Selain itu, para personel dari polsek jajaran juga sudah saya instruksikan untuk mengintensifkan patroli saat malam hari,” ujar mantan kasubbagbungkol spripim Polri ini.