(paling kanan) Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Unikama Riza Weganofa MPd. (Foto: Humas)
(paling kanan) Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Unikama Riza Weganofa MPd. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Melalui kebijakan Kampus Merdeka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim menggagas kebijakan kuliah Strata 1 (S1) hanya wajib 5 semester saja.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Namun, tetap masih ada semester 6 sampai 8. Hanya saja, mahasiswa yang telah selesai 5 semester tak langsung wisuda. Melainkan mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara 40 SKS).

Di samping itu, mahasiswa boleh mengambil SKS di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 SKS).

Jenis kegiatan yang masuk dalam pengertian SKS yang baru tersebut dapat berupa belajar di kelas, magang di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa yang lebih kompeten dalam dunia kerja.

Nah, tentunya kebijakan ini merupakan tantangan tersendiri untuk program studi (prodi) pendidikan. Bisa dikatakan, prodi harus bisa menyiapkan mahasiswa untuk mampu menjadi seorang guru dalam waktu 5 semester.

Prodi Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mengaku siap untuk menjawab tantangan Nadiem.

"Itu tantangan yang sangat besar. Kalau mau dikatakan siap atau tidak siap memang harus siap," tegas Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris Riza Weganofa MPd.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Nah, langkah yang sudah dimulai oleh Prodi Bahasa Inggris Unikama untuk menyiapkan kurikulum adalah dengan mengadakan kurikulum development.

"Jadi penyamaan konsep kurikulum pendidikan bahasa Inggris itu seperti apa. Ini dalam rangka menjawab tantangan Pak Menteri Pak Nadiem bahwa mahasiswa dipersiapkan untuk mampu menjadi seorang guru dalam waktu 5 semester," paparnya.

Kurikulum development ini akan terus dilakukan prodi hingga sekitar bulan Juni. Pihak prodi menggodok format kurikulumnya seperti apa, mata kuliahnya harus didampingi seperti apa, hingga mata kuliah apa saja yang dibutuhkan di pasaran.

Sekali lagi Riza menyatakan, hal ini merupakan satu tantangan. Yakni tantangan yang harus segera dijawab, bagaimana merumuskan kurikulum yang mempersiapkan mahasiswa benar-benar bisa terjun di dunia kerja.

"Ini memang satu tantangan yang besar untuk Prodi bagaimana merumuskan dalam waktu singkat, menyiapkan anak-anak hanya di waktu 5 semester dan mereka siap untuk di dunia kerja. Dan kami harus siap," pungkasnya.