Foto bersama usai Sharing and Discussion on Curriculum Development dengan fasilitator dari RELO Amerika Serikat Ms. Andrea Rene Mason MPd (tengah). Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Riza Weganofa MPd (kanan Andrea). (Foto: Ima/MalangTIMES)
Foto bersama usai Sharing and Discussion on Curriculum Development dengan fasilitator dari RELO Amerika Serikat Ms. Andrea Rene Mason MPd (tengah). Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Riza Weganofa MPd (kanan Andrea). (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mendatangkan fasilitator dari The Regional English Language Office (RELO) Amerika Serikat untuk menggembleng mahasiswa menjadi guru profesional.

Bertempat di Ruang Rapat Abdoel Radjab (Kamis, 27/2/2020), Ms. Andrea Rene Mason MPd dari RELO memberikan feedback atas performance mahasiswa dalam micro teaching.

"Fokusnya kita adalah untuk mengembangkan kurikulum. Pertama tentang teacher professional development. Pemateri atau fasilitator tadi memberikan feedback terhadap performancenya anak-anak ketika micro teaching," papar Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris Riza Weganofa MPd.

Untuk diketahui, RELO adalah deputi yang  menyediakan konsultasi dan pelatihan pengajar Bahasa Inggris di seluruh Indonesia dan di negara-negara lainnya. RELO menekankan pada presentasi dan konferensi, seminar-seminar, konsultasi, dan dalam bentuk pelatihan Bahasa Inggris bagi Program Guru Bahasa Inggris Indonesia.

Riza manyampaikan, kegiatan kali ini adalah follow up kerja sama yang ditawarkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terkait dengan program kerja bareng beberapa kampus khusus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

"Yang pertama kali kerja sama adalah UIN (UIN Malang) dengan Regional English Language Office (RELO) yang dari Amerika. Kebetulan di sini juga adalah fellow dari RELO," terangnya.

Ms Andrea sendiri memberikan feedback tentang performance mahasiswa. Menjelaskan bagaimana menjadi guru bahasa Inggris yang profesional.

"Salah satu feedback bahwa teacher itu harus membawa good atmosphere kepada anak-anak. Dengan cara opening yang bagus, opening yang penuh semangat dan personal kepada anak-anak," paparnya.

Misalnya, guru tidak hanya mengatakan "Good morning student" atau "Good morning class", tapi juga bisa memberikan pertanyaan yang personal.

"For example, 'What did you have for your breakfast?' Itu sangat personal dan itu yang akan membuat anak-anak dan gurunya menjadi dekat. Jadi teacher cares about the student," timpalnya.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris untuk menjawab tantangan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim untuk melahirkan mahasiswa yang siap kerja dalam waktu 5 semester.

"Itu tantangan yang sangat besar dan kami harus siap," tandasnya.