President Director Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena (tengah kenakan kemeja putih) bersama staff dan mitra di Malang dalam agenda Chill Chat Sriwijaya Air di Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
President Director Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena (tengah kenakan kemeja putih) bersama staff dan mitra di Malang dalam agenda Chill Chat Sriwijaya Air di Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat vakum, maskapai Sriwijaya Air kembali hadir memenuhi kebutuhan penerbangan di Malang. Sejak 3 Februari lalu, Sriwijaya Air kembali melayani penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh dengan satu rute yaitu Jakarta-Malang.

Namun per 1 Maret 2020 mendatang, Sriwijaya Air akan menambah jadwal penerbangan. Dengan rincian penerbangan pagi Jakarta-Malang pukul 09.30 WIB dan Malang-Jakarta pukul 11.30 WIB. Kemudian penerbangan sore rute Jakarta-Malang pukul 13.40 WIB dan Malang-Jakarta 15.55 WIB.

President Director Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena menyampaikan, dibukanya kembali rute penerbangan di Malang lantaran potensinya cukup besar. Selain sebagai daerah wisata, Malang juga menjadi kota pendidikan yang tentunya banyak dikunjungi. 

Hal itu terlihat dari okupansi Sriwijaya Air sebelum vakum yang selalu hampir penuh setiap jadwal penerbangannya.

"Dan kami secara bertahap akan terus memperbaiki layanan setelah sebelumnya vakum," katanya pada wartawan.

Jefferson menyampaikan, ada banyak masukan yang diberikan mitra Sriwijaya Air di Malang. Salah satunya adalah penambahan jadwal penerbangan. 

Bahkan, Sriwijaya Air ditantang untuk membuka lima jadwal penerbangan. Selain rute Jakarta-Malang, pihaknya juga ditantang membuka rute Malang-Denpasar dan beberapa daerah wisata lain.

Masukan yang disampaikan tersebut menurutnya akan menjadi perhatian. Namun pihaknya enggan gegabah untuk segera merealisasikan dalam waktu dekat. Karena potensi yang ada masih akan terus digali. 

Jika memang memungkinkan dan pangsa pasar tinggi, maka usulan rute dan jadwal penerbangan baru akan direalisasikan.

"Kami akan lihat potensinya dan menjadikannya sebagai pertimbangan. Tapi kami juga harus melihat dari dua sisi juga," imbuhnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, dalam tahap awal ini pihaknya konsentrasi untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dan calon penumpang. Berbagai fasilitas pun diberikan. Mulai dari diskon pelajar sebesar 25 persen, manula 35 persen dan bayi di bawah dua tahun tidak dikenakan biaya.

Selain itu Sriwijaya Air juga memberikan gratis bagasi 20 kilogram dan tambahan 5 kilogram bagi penumpang yang membawa peralatan olahraga. Kemudian ada juga gratis satu tiket untuk pembelian 25 tiket. Layanan itu pun ditargetkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Awal kami membuka rute di Malang memang berat, tapi potensi dan okupansinya ternyata tetap tinggi dan kami optimis mampu terus berkembang," pungkasnya.