Baru Menjabat, Kapolres Malang Ungkap 19 Kasus dan Ringkus 23 Tersangka

Feb 26, 2020 15:21
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (pegang mikrofon) saat merilis 23 tersangka dan barang bukti hasil kejahatan curat, curas, curanmor yang diamankan polres dan polsek jajaran di wilayah hukum Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (pegang mikrofon) saat merilis 23 tersangka dan barang bukti hasil kejahatan curat, curas, curanmor yang diamankan polres dan polsek jajaran di wilayah hukum Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tindak kejahatan jalanan terutama kasus 3C, yakni curat (pencurian dengan tindak pemberatan), curas (pencurian dengan tindak kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor), menjadi atensi utama bagi Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Terbukti, dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, anggota Satreskrim Polres Malang dan polsek jajaran mampu meringkus puluhan pelaku tindak kejahatan pencurian. ”Dari 19 kasus street crime (kejahatan jalanan) yang terungkap, ada 23 orang tersangka yang kami amankan,” kata kapolres Malang saat sesi rilis di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang berlangsung, Rabu (26/2/2020) siang.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Menurut Hendri, dari 19 kasus yang terungkap, 9 di antaranya merupakan hasil ungkap kasus kejahatan curat. Dari 9 kasus curat tersebut, polisi mampu meringkus 11 orang tersangka.

”Modus para pelaku curat ini merusak pintu rumah, kemudian membawa kabur beberapa barang berharga milik korban,” terang Hendri yang baru saja menjabat sebagai kapolres Malang sejak 14 Februari 2020.

Bergeser di ungkap kasus curas, Polres Malang mampu mengamankan 7 orang tersangka dari 6 kasus yang terungkap. ”Saat melancarkan aksinya, pelaku curas mengancam korban dengan senjata tajam sebelum akhirnya membawa barang milik korban. Dari 7 orang yang kami amankan ini, sebagian berasal dari kasus penjambretan HP (handphone),” jelas Hendri.

Sedangkan 4 kasus lainnya, lanjut Hendri, berasal dari hasli ungkap kasus curamor.  Untuk curanmor, jumlah tersangka yang diamankan polisi sebanyak 5 orang.

”Kejahatan jalanan paling rawan terjadi di wilayah hukum Polsek Singosari, Kepanjen, Lawang, Dau, dan Bululawang,” ujar perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini.

Baca Juga : Kejari Malang Terima Gugatan Online Kasus WP Hotel Penunggak Pajak

Menurut mantan kasubbagbungkol spripim Polri ini, beberapa anggota polres dan polsek jajaran yang ada di wilayah hukum Polres Malang sudah dikerahkan di wilayah yang masuk zona rawan kejahatan jalanan tersebut.

”Guna meminimalisasi tindak kejahatan, anggota Kring Reserse sudah kami siagakan di lapangan, terutama di wilayah yang masuk zona rawan. Anggota reskrim akan melakukan pemantauan selama 1 x 24 jam. Selain itu, polsek jajaran kami optimalkan untuk melakukan pencegahan dengan melaksanakan patroli rutin,” tutup Hendri.

 

Topik
MalangBerita MalangSatreskrim Polres Malang polsek jajaran meringkus puluhan pelaku tindak kejahatan pencurianKapolres Malang AKBP Hendri Umaranggota Satreskrim Polres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru