Pemecahan Wilayah Kabupaten Malang, Hanya Ilusi atau Bisa Jadi Kenyataan?

Feb 26, 2020 08:04
Bupati Malang H.M. Sanusi saat memberikan sambutan dalam acara 1000 Klompen Singosari Untuk Negeri. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bupati Malang H.M. Sanusi saat memberikan sambutan dalam acara 1000 Klompen Singosari Untuk Negeri. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang merupakan daerah tingkat II yang luasnya mencapai 3.530,35 kilometer (km) persegi. Angka ini menjadi terluas kedua di Jawa Timur. 

Dengan luasnya wilayah tersebut, Bupati Malang Sanusi mengaku menerima aspirasi dari masyarakat untuk melakukan pemekaran atau pemecahan wilayah Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

"Banyak aspirasi, karena untuk mendekatkan pelayanan, bagaimana ke depan itu ada pemecahan kabupaten," ujar Sanusi beberapa waktu yang lalu. 

Dengan luas wilayahnya tersebut, Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan, 12 kelurahan dan 378 desa. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Malang, jumlah penduduk di tahun 2020 berjumlah 2.619.975 jiwa.

Wacana mengenai pemecahan wilayah Kabupaten Malang sempat menyeruak ke publik di tahun 2015 dan 2017. Tahun ini, wacana tersebut kembali digaungkan meskipun belum ada langkah khusus menuju realisasi. 

Meski demikian, menurut Sanusi pemekaran itu tidak hanya semata memecah wilayah Kabupaten Malang. Melainkan juga ada wilayah-wilayah yang "ikut" Kota Batu, yang dulunya juga bagian dari Kabupaten Malang. 

Menurut Sanusi, nantinya untuk wilayah Kabupaten Malang di sisi sebelah barat meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon bisa bergabung dengan Kota Wisata Batu. 

Sanusi tidak mempermasalahkan jika nantinya akan ada pemecahan wilayah, yang tentunya harus berdasar dari kemauan masyarakat. "Supaya nggak jauh-jauh ke Kepanjen, bagi saya itu nggak masalah, asal itu kemauan masyarakat," tegasnya.

Untuk wilayah Kabupaten Malang sisi utara meliputi Kecamatan Singosari dan Lawang, lanjut Sanusi, nanti bisa membuat pemerintahan sendiri. "Yang Malang Utara bikin Kabupaten Singosari ada di sini. Supaya nanti ini jadi ibu kota kabupaten, nggak tau berapa tahun yang akan datang," tukasnya.

Sanusi berpendapat jumlah penduduk Kabupaten Malang sudah terlalu banyak, hampir 3 juta jiwa. Serta wilayahnya sendiri juga sudah terlalu luas mencapai 350 ribu hektare. 

"Kalau itu (pemisahan wilayah) nanti menjadi kebutuhan, bagi saya itu rasional. Untuk mendekatkan pelayanan, meningkatkan kesejahteraan," ungkap Sanusi yang dalam Pilbup 2020 mencalonkan kembali bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Sanusi juga memberikan contoh kemajuan yang dialami oleh Kota Wisata Batu setelah berpisah dengan Kabupaten Malang. Misalnya jika dilihat dari sektor wisatanya, tampak lebih maju dan sejahtera dari pada kabupaten induknya.

Mengenai pembangunan dan anggaran, jika nantinya terbentuk pemerintahan baru, itu akan mendapat bantuan dari kabupaten induknya serta dari Pemerintah Pusat. Sanusi menjelaskan, dalam segi perwakilan rakyatnya pun nantinya akan bertambah.

"DPR nya jadi tambah lagi, asalnya sekarang 50, nanti kalau pecah lagi jadi dua, DPR nya jadi 100. Sehingga memberi pekerjaan kepada 50 calon-calon DPR," tambahnya. 

Dari segi kepala daerah atau bupati, jika nantinya aspirasi ini menjadi kenyataan, bupatinya akan bertambah jadi dua. "Bupatinya jadi dua, nggak rebutan nanti, ada dua. Bupati yang bagian Utara itu Singosari nanti bagian Malang Selatan," bebernya.

Di sela-sela sambutannya, Sanusi juga sempat bercanda mengenai pemecahan wilayah Kabupaten Malang. "Ini kalau diteruskan, nanti saya yang selatan, Pak Didik utara," ucap Sanusi sambil tertawa diikuti tepuk tangan dari masyarakat yang hadir.

Mengenai pemecahan wilayah, Sanusi menegaskan bahwa hal itu bukan keputusan bupati. "Nantinya jika ke depan memang dirasa itu perlu dilakukan untuk mendekatkan pelayanan publik agar masyarakat lebih nyaman dan sejahtera, itu akan di programkan ke arah sana," pungkasnya.

 

Topik
MalangBerita MalangBupati Malang H.M. Sanusiacara 1000 Klompen Singosari Untuk NegeriPemecahan Wilayah Kabupaten MalangBadan Pusat Statistik Kabupaten MalangKetua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru