Beberapa TRC BPBD Kota Malang dan relawan saat membersihkan material longsor di salah satu kawasan Jl Muharto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Beberapa TRC BPBD Kota Malang dan relawan saat membersihkan material longsor di salah satu kawasan Jl Muharto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Longsor di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) masih sering terjadi di Kota Malang. Terakhir, longsor terjadi di kawasan Mubharto Gang 5.

Meski tak menimbulkan korban, longsor tersebut tetap menjadi perhatian untuk segera diselesaikan. Terlebih, masih ada ribuan keluarga yang kini memilih tinggal di kawasan bibir sungai.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin menyarankan agar Pemerintah Kota Malang segera mencari solusi. Salah satunya dengan merelokasi ribuan warga yang tinggal di sempadan sungai ke kawasan yang lebih layak lagi. 

Di samping itu juga terus mengedukasi masyarakat akan bahaya tinggal di pinggir aliran sungai.

"Tapi memang masyarakatnya juga sudah merasa nyaman tinggal di sana. Ini yang harus jadi catatan dan pekerjaan rumah bagi kita semua. Masyarakat juga harus disadarkan bahayanya tinggal di pinggir sungai," katanya.

Fathol menyebut, relokasi warga yang tinggal di sempadan sungai ke kawasan yang lebih baik merupakan pilihan yang tepat. Sehingga dia mendorong agar ada program baru berupa pembangunan rumah susun atau sejenisnya agar masyarakat bisa tinggal di tempat yang lebih layak.

Selain itu, menurutnya pemerintah juga harus bertindak tegas kepada masyarakat yang tetap memilih tinggal di pinggir sungai dan daerah terlarang. Dengan begitu, masyarakat akan bersedia dipindahkan. Sementara untuk daerah pinggiran sungai diharap ditutup denga  tembok sampai pada jarak yang ditentukan.

"Supaya nggak ada lagi yang bangun-bangun baru di pinggir sungai, memang itu nggak mudah karena kembali lagi ke masyarakat. Tapi kalau dibiarkan akan tetap begitu saja," tegas Politisi PKB itu.

Fathol juga menyarankan agar Pemerintah Kota Malang segra berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Terutama untuk perencanaan yang tepat dalam merelokasi masyarakat yang masih tinggal di pinggiran sungai. Pasalnya, anggaran untuk relokasi tentunya tak sedikit.

"Seperti semisal mau bangun rumah susun lagi, kan itu pasti biayanya besar. Bisa konsultasikan dan dewan akan siap mendukung," paparnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, saat ini kawasan yang memungkinkan menjadi area relokasi adalah kawasan Timur Kota Malang. Sehingga kawasan pemukiman dengan lahan yang memungkinkan ditempati agar segera dikonsultasikan.