Petugas saat memberikan surat tilang terhadap pengguna jalan yang melakukan pelanggaran (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Petugas saat memberikan surat tilang terhadap pengguna jalan yang melakukan pelanggaran (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kurang dari dua pekan setelah AKBP Yade Setiawan Ujung dimutasi menjadi Waka Polrestabes Bandung Polda Jawa Barat (Jabar), dan digantikan oleh AKBP Hendri Umar sebagai Kapolres Malang pada 14 Februari 2020 lalu, kali ini giliran Unit Satlantas Polres Malang yang mengalami rotasi.

Berdasarkan surat telegram Kapolda Jawa Timur (Jatim) Senin (24/2/2020) dan tertera pada nomor ST/346/II/KEP./2020. Jabatan Kasatlantas Polres Malang yang semula diamanahkan kepada AKP William Thamrin Simatupang, bakal digantikan oleh AKP Diyana Suci Listyawati.

”Kasatlantas Polres Malang akan digantikan oleh AKP Diyana yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatlantas Polres Batu,” terang Kasubag Humas Polres Malang, Nining Husumawati, Selasa (25/2/2020).

Merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan Kapolda Jatim, lanjut Nining, AKP William Thamrin Simatupang akan dimutasi ke jabatan baru, yakni sebagai Paur BPKB Subditregident Ditlantas Polda Jawa Timur. ”Memang sudah ada suratnya, tapi untuk prosesi sertijab belum ada kabar. Informasi selanjutnya menyusul,” terang Nining.

Jika sudah resmi menjabat sebagai Kasatlantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati dipastikan akan sibuk menekan jumlah pelanggaran para pengguna jalan yang marak terjadi di wilayah hukum Polres Malang.

”Jika dirata-rata dalam satu tahun ada sekitar 30 ribu pengguna jalan yang melanggar dan terpaksa ditindak secara tilang,” terang Nining.

Tingginya angka pelanggaran lalu lintas ini, mulai terjadi sejak tahun 2017 silam. Saat itu Polres Malang mengobral surat tilang sebanyak 35.945.

Setahun berselang, jumlah pelanggaran yang berujung penilangan juga masih marak terjadi. Yakni sebanyak 31.006 pengguna jalan yang ditilang polisi, disepanjang tahun 2018.

Terakhir, pada tahun 2019 terdapat 29.474 pengendara maupun pengemudi yang ditilang karena melanggar ketentuan berlalu lintas. ”Berdasarkan data yang kami himpun, jumlah pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pengendara R2 (Sepeda Motor). Sedangkan penyebab tilang kebanyakan karena pelajar yang tidak memiliki SIM (Surat Ijin Memgemudi),” ujar Nining mengakhiri.