Surveyor terdakwa penggelapan motor di kantor leasing saat menjalani persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Surveyor terdakwa penggelapan motor di kantor leasing saat menjalani persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Yuyut Dodi Indaya (24) warga asli Riau yang merupakan karyawan salah satu leasing di Malang, saat ini duduk di kursi pesakitan. Yuyut telah melakukan penggelapan dalam jabatannya sebagai surveyor di tempatnya bekerja.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Negeri Malang (25/2/2020), pihak Yuyut meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya selama tiga tahun enam bulan.

Pada nota pembelaannya, Yuyut mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang dilakukannya dan memohon kepada majelis hakim yang mengadilinya untuk memutuskan hukuman seringan-ringannya. 
Hal itu lantaran dirinya merasa tertipu oleh pihak mafia.

Namun pihak JPU, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Maharani Indriyaning Tyas menjelaskan, jika tuntutan tersebut berdasar setelah adanya perbuatan terdakwa yang terungkap dalam persidangan jika total kendaraan yang digelapkan oleh pelaku tak hanya sembilan unit kendaraan, melainkan 28 unit kendaraan dengan total kerugian sekitar Rp 500 jutaan.

Terdakwa terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan, sesuai pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

"Tuntutan tiga tahun enam bulan. Yang memberatkan adalah terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Dia mengaku alasannya dijebak sama mafia," ungkapnya.

Sementara itu, pihak perwakilan Leasing, Aprianto berharap pihak kepolisian mengembangkan kasus tersebut. Sebab, terdakwa Yuyut mengirim kendaraan tersebut kepada seseorang warga Lawang bernama Yeni.

"Yeni ini juga sudah mengakui dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) jika setiap unit motor yang ia terima ia dapat imbalan Rp 1 juta, dia harusnya juga disentuh," jelasnya ditemui di Pengadilan Negeri Kota Malang.

Terakhir pihaknya berharap, agar petugas bisa menemukan unit-unit kendaraan yang digelapkan oleh pelaku. Selama ini pelaku melakukan penggelapan motor antara lain seperti merek PCX, Scoopy, Beat maupun Vario.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yuyut dilaporkan pihak leasing tempatnya bekerja karena melakukan penggelapan motor. Pelaku beraksi selama tiga bulan pada tahun 2019. Dalam aksinya, pelaku menggunakan data asli nasabah untuk mengajukan permohonan kredit motor.

Ketika kredit disetujui, unit motor malah tidak dikirim ke konsumen, melainkan malah dikirim ke seseorang bernama Yeni yang merupakan warga Lawang. Sementara itu, persidangan selanjutnya akan dilanjutkan lagi dengan agenda putusan dari majelis hakim.