Pasar Songgoriti di kawasan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pasar Songgoriti di kawasan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Persoalan aset di kawasan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu belum juga ada titik terang. Namun Pemkot Batu optimis mampu mengambil alih aset tersebut dari tangan Pemkab Malang.

Bahkan, Pemkot Batu menargetkan peralihan aset tersebut bisa rampung sebelum tahun 2022 mendatang. Tepatnya, sebelum berakhirnya masa jabatan Wali Kota Batu saat ini. “Kami terus berupaya supaya yang ada di Kota Batu ini bisa dikelola oleh Pemkot Batu,” ucap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. 

Ia menambahkan, untuk saat ini Pemkot Batu sedang melakukan koordinasi dengan DPRD Kota Batu untuk melakukan audiensi bersama Bupati beserta DPRD Kabupaten Malang. “Masih kita bahas bersama DPRD Kota Batu agar bisa melakukan audiensi dengan Bupati dan DPRD Kabupaten Malang,” imbuhnya. 

Selain itu Pemkot Batu akan segera menghadiri rapat tiga Pemimpin Daerah, di sana akan membahas wacana Kota Batu merangkul Songgoriti sepenuhnya. “Upaya ini dilakukan supaya mendapatkan solusi. Karena bagaimanapun juga Kota Batu juga terlahir dari campur tangan kawasan Songgoriti,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Batu ini. 

Selama ini, meski berada di Kota Batu, sejumlah aset di Songgoriti bukan milik  Pemkot Batu. Sejumlah aset tersebut, misalnya tanah beserta bangunan Songgoriti Resort, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, yang masih menjadi milik Pemkab Malang.

Kota Batu lepas dari Kabupaten Malang sejak tahun 2001 silam. Namun saat itu, memang tidak dicantumkan bahwa Songgoriti menjadi bagian Kota Batu.

“Harapannya masalah ini bisa terselesaikan dengan cepat. Semoga aset Songgoriti ini bisa dimiliki Pemkot Batu,” harapnya.