Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu Wiwik Nuryati saat memberikan bantuan beras di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu Wiwik Nuryati saat memberikan bantuan beras di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Batu terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Salah satu komitmen yang tidak pernah putus adalah program pemberian beras miskin.

Terbukti Pemkot Batu mampu membuat turun angka kemiskinan di Kota Batu. Dari jumlah 2762 KK (kepala  keluarga) warga miskin pada tahun 2019, kini menjadi 2.655 KK yang tersisa di tahun 2020 ini.

Sedangkan pada 2018 yang ter-cover ada 2.812 KK. Sementara untuk 2017, yang mendapatkan bantuan pangan ini sebanyak 3.100 KK.

“Dengan menurunnya angka ini, kami akan terus berinovasi demi mengentaskan warga miskin di Kota Batu,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Ia menambahkan, Pemkot Batu melalui Dinas Ketahanan Pangan  memberikan raskin (beras untuk warga miskin) khusus untuk masyarakat miskin yang tidak ter-cover  Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebelumnya bantuan pemkot berupa beras 5 kilogram. Namun, saat ini bertambah menjadi 10 kilogram.  Itu sekaligus sebagai pengganti bantuan raskin yang diberikan pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wiwik Nuryati menambahkan, untuk tahun ini jumlah penerima bantuan pangan terbanyak ada di Kecamatan Batu, yakni 1.053 KK. Kemudian untuk Kecamatan Bumiaji ada 923 KK.

“Sedangkan untuk Kecamatan Junrejo paling sedikit, yakni 679 KK. Masing-masing KK mendapatkan jatah 10 kilogram beras setiap bulan,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 ini Pemkot Batu menggelontorkan dana Rp 4 miliar. Dana itu untuk membantu 2.655 kepala keluarga (KK) prasejahtera. Anggaran itu diperuntukkan untuk bantuan pangan di Kota Batu.