Suasana Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasar Besar Kota Batu harus siap dibangun pada tahun 2021. Dengan demikian, perataan bangunan lama dan relokasi harus dilakukan pada tahun 2020 ini.

Untuk melakukan relokasi itu, diperkirakan anggaran yang digelontorkan kurang lebih Rp 1,5 miliar. Anggaran itu telah disetujui oleh pemkot dan  DPRD Kota Batu.

“Banggar (badan anggaran) dan timgar (rim anggaran) sudah menyetujui anggaran Rp 1,5 miliar untuk melakukan relokasi pada tahun 2020 ini,” ucap anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud.

Kemudian DPRD Kota Batu akan melakukan hearing dengan tim percepatan pembangunan Pasar Besar Kota Batu yang meliputi Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu .

“Hearing akan kami lakukan dengan tim percepatan bagaimana nanti detailnya terkait jumlah pedagang, fasum, relokasi dan sebagainya,” imbuh Didik.

Jika hal itu sudah dilakukan, dengan cepat akan disosialisasikan kepada pedagang Pasar Besar Kota Batu demi kelancaran pembangunan. Sedangkan detail engineering design (DED) atau perencanaan diserahkan ke Pemkot Batu dan ditargetkan selesai pada September 2020 mendatang.

DED itu nanti diserahkan kepada Kementerian PUPR untuk dilakukan lelang. “Karena anggaran itu dari APBN senilai Rp 200 miliar,” tambah Didik.

 Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, pada tahun 2021 pembangunan Pasar Besar harus dilakukan sehingga segala kesiapan harus selesai tahun 2020. Dengan demikian, bangunan lama harus sudah rata dengan tanah.

“Sudah tidak ada lagi bangunan lama yang berdiri. Relokasi pedagang dilakukan juga pada akhir tahun 2020 nanti. Semoga nanti para pedagang bisa diajak bekerja sama agar bisa berlangsung dengan lancar,” ucapnya.

Dewanti menjelaskan, pembangunan Pasar Besar Kota Batu itu merupakan program Pemkot Batu yang paling penting dan terbesar di masa pemerintahannya. “Tidak ada bangunan mercusuar kecuali Pasar Besar,” tambah istri Eddy Rumpoko ini.

Karena itu, Dewanti tidak ingin berkompromi lagi bagi para pedagang yang tidak ingin Pasar Besar dibangun. Dia mengatakan pedagang boleh mencari lapak di tempat lain.

“Bagi yang tidak mau Pasar Besar itu dibangun, boleh pedagang mencari lapak di tempat lain karena tanah ini adalah milik pemerintah,” tandasnya.