Suasana di Pasar Besar Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana di Pasar Besar Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan Pasar Besar Kota Batu bakal dilaksanakan tahun depan. Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI rencananya bakal berkunjung langsung meninjau lokasi Pasar Besar Kota Batu akhir bulan ini.

Kedatangan Kemendag itu untuk melakukan survei kelayakan bangunan. Juga melihat jumlah pedagang di sana yang mencapai sekitar 3 ribu pedagang.

Rencananya kunjungan itu bakal berlangsung pada 27 Februari mendatang. Hal itu dibenarkan oleh anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud. “Iya benar jika akhir bulan ini, akan ada kunjungan atau survek dari Kemendag,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, pihaknya telah menyiapkan skema pembiayaan pembangunan. Harapannya, nanti pembangunan itu tidak membebani anggaran daerah. 

“Dan bantuan juga diberikan dari pemerintah pusat. Sudah menjanjikan sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan Pasar Besar Kota Batu,” imbuhnya.

Karena itu, Dewanti berharap agar pedagang bisa diajak bekerja sama demi pembangunan Pasar Besar Kota Batu. Sehingga, pasar rakyat terbesar di Kota Apel itu bisa menjadi lebih rapi, bagus, dan bersih.

Menurut Dewanti, saat ini bangunan Pasar Besar Kota Batu berdiri di atas lahan 2,5 hektare. Sedangkan sisanya, 2 hektare, terbagi untuk lahan parkir dan sebagainya.

“Lahan keseluruhan Pasar Besar Kota Batu ini ada 4,5 hektare dengan lima unit pasar. Bangunan saja 2,5 hektare. Sisanya parkiran dan lain-lain,” ujar Dewanti.

Rencananya, dalam master plan, bangunan pasar akan seluas 1 hektare. Sisanya, 3,5 hektare bisa digunakan untuk rest area dengan fasilitas 30 kamar mandi dilengkapi musala dan air hangat. 

“Sekarang itu bus-bus kalau ke Batu datangnya pagi-pagi. Pasti cari rest area. Jadi, harus kami manfaatkan. Nanti kalau mandi, bayar berapa gitu,” kata politisi PDIP ini.