Ilustrasi pencurian hp (Doc MalangTIMES)
Ilustrasi pencurian hp (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Apes yang dialami oleh Arif Tri Cahyono seorang tukang ojek online (ojol) asal, Jalan Tegal Mapan Perum Permata Residance, Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Bukannya untung yang didapat saat mengantar penumpang, ia malah buntung.

Pasalnya hp milik pria berumur 46 tahun tersebut dibawa kabur oleh penumpangnya sendiri, saat penumpangnya tersebut berpura-pura meminjam hp korban untuk menghubungi kerabatnya.  

Asal mula kejadian tersebut bermula, ketika korban mendapat orderan ojek dari Lapangan Rampal menuju ke Rst Soepraoen Malang. Setelah sampai di lokasi tujuan Rst Soepraoen Malang, pelaku tak lantas turun. Pelaku kemudian malah meminta korban untuk melanjutkan perjalanan menuju Jalan S Supriadi Gang 7.

Di situ, pelaku kemudian turun dan masuk ke dalam gang dan mengatakan agar korban menunggunya. Tak berselang lama, sekitar satu menit, korban kembali keluar dari gang dan mengatakan kepada korban jika rumah temannya tutup.

Setelah itu, korban kemudian berpura-pura menghubungi temannya tersebut, namun pelaku mengatakan jika temannya tak bisa dihubungi dengan menggunakan hp miliknya. Selanjutnya pelaku meminjam hp korban dan berpura-pura untuk menghubungi temannya tersebut.

Sembari terlihat menghubungi temanya tersebut, pelaku kemudian kembali masuk gang. Saat itu korban juga tidak merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku. Namun setelah ditunggu hingga lima menit, pelaku tak kunjung kembali, korbanpun mulai merasa curiga dan mengecek pelaku yang masuk gang.

Betapa kagetnya korban, ketika masuk gang dan mencari keberadaan pelaku, di situ justru tak ditemui satu orangpun. Sadar menjadi korban kejahatan ia selanjutnya melaporkan kasusnya ke Polsek Sukun.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas. Iapun juga mengimbau, agar masyarakat harus lebih hati-hati lagi, terlebih lagi kepada orang yang baru dikenal.

"Selalu waspada, jangan remehkan situasi meskipun aman. Tetap hati-hati dan waspada agar terhindar jadi korban kejahatan," pungkasnya.