Anggota Kaliku (Kelompok Aktivis Lingkungan dan Kelestarian Budaya) sedang membuat pulau buatan kecil yang ada di tengah sungai. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Anggota Kaliku (Kelompok Aktivis Lingkungan dan Kelestarian Budaya) sedang membuat pulau buatan kecil yang ada di tengah sungai. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Reklamasi  identik dengan pembuatan daratan baru dengan menggunakan pasir di laut atau sungai. Reklamasi yang biasanya memiliki dampak negatif untuk lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan dan berdampak positif. 

Inilah yang dilakukan kelompok aktivis lingkungan Kaliku (Kelompok Aktivis Lingkungan dan Kelestarian Budaya) yang berlokasi di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. 

Mereka membuat terobosan atau  inovasi baru untuk menjaga kebersihan Sungai Anak Metro. Hal ini juga dijelaskan Ketua Kaliku Sugeng Widodo bahwa kelompok ini membuat reklamasi atau pulau buatan baru di tengah sungai tersebut.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

"Pulau kecil ini merupakan cara kami untuk menyiasati agar sampah ini bisa dikendalikan. Kami buatkan jaring dari bambu-bambu. Lalu sampah-sampah, yang banyak kain, itu kami timbun di sini. Lalu atasnya nanti kami kasih pasir dari kali itu juga. Jadi, pulau seperti ini dengan reklamasi manual yang memerlukan waktu 7 bulan," ungkapnya, Minggu (23/2/2020).

Kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan terobosan baru yang dapat dicontoh oleh daerah lain. Sugeng juga membeberkan bahwa nantinya di pulau buatan ini akan dijadikan pusat kegiatan di area sungai tersebut. Di sini pusat kegiatan, mau tari-tarian, mau band, atau apa pun. Pusatnya di sini. Ini reklamasi untuk menyelamatkan alam. Nanti kalau sampahnya dihanyutkan, kasihan warga yang bawah nanti," ucapnya.

Sugeng beralasan jika hanya dilakukan kerja bakti di sungai yang notabene dilakukan hanya tiap minggu, nantinya sungai akan kotor lagi. "Kami berpikir, kali kalau kami bersihkan dengan cara kerja bakti, satu hari  kerja bakti, besok lusa nggak ke sini, kalinya ya kotor lagi. Jadi, harus ada orang yang setiap hari ke kali. Caranya kami bikin taman, kami adakan kegiatan di sini. Nanti kami kasih pasar. Warga di sekitar kali kami berdayakan. Kami  kasih kesempatan, otomatis kali itu bersih dengan sendirinya," tambahnya. 

Sugeng bersama kelompok yang diketuainya mempunyai target. Jika lokasi yang sedang dikerjakan ini selesai, akan bergeser ke arah selatan kali untuk melakukan pembersihan dan memperindah kali. Intinya, Kaliku tidak ingin menguasai sebuah sungai untuk kepentingan apa pun.

"Lah nanti dari sini, kami akan pindah kalau ini sudah jadi. Berikutnya di sebelah sana. Intinya kami tidak ingin menguasai. Nantinya ini untuk warga kalau sudah bersih. Otomatis warga bisa berdaya di sini. Terjaga sudah. Kami nggak ada PR di sini. Kami  maunya dan targetnya Malang Raya. Ya mudah-mudahan di sini bisa jadi punjer yang baik," tutupnya.