Dana Hibah Olah Raga Kini Dikelola Dispora, KONI Kabupaten Malang Justru Bernafas Lega

Feb 23, 2020 12:53
Suasana RAT KONI Kabupaten Malang 2020, dimana di tahun ini juga KONI tak menjadi pengelola anggaran hibah seperti tahun lalu (dd Nana)
Suasana RAT KONI Kabupaten Malang 2020, dimana di tahun ini juga KONI tak menjadi pengelola anggaran hibah seperti tahun lalu (dd Nana)

MALANGTIMES - Perubahan distribusi pengelolaan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah dijalankan.

Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI

Dimana, dana hibah yang biasanya dikelola KONI Kabupaten Malang, kini semuanya berada di belanja Dispora. Sedangkan KONI sendiri menjadi pelaksana lapangan saja.

Hal ini disampaikan oleh Jamhuri Wakil Ketua KONI Kabupaten Malang di acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di Pendapa Kepanjen, Minggu (23/2/2020).

"Kita tahun ini hanya sebagai pelaksana lapangan. Untuk urusan anggaran belanja ada di Dispora," ucapnya.

Jamhuri melanjutkan, pelaksana lapangan yang dimaksud adalah pihaknya tak lagi mengelola langsung anggaran dari daerah untuk belanja ke cabang olahraga (cabor) seperti tahun lalu.

"Kita hanya menerima ajuan proposal dari cabor dan meneruskannya ke Dispora. Nanti Dispora yang akan membelanjakan kebutuhan itu sebagai pengelola anggaran hibah KONI," ujarnya.

Perubahan pengelolaan anggaran itu, dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kualitas pembinaan seluruh cabor dan atlet di dalamnya ke arah yang lebih baik. 

"Tujuannya ke sana. Mudah-mudahan berjalan baik sesuai tujuan kita bersama. Walaupun ini merupakan hal baru, dimana kami harus beradaptasi juga dengan perubahan itu," imbuhnya.

Lepas dari adanya perubahan distribusi dan kewenangan pengelolaan anggaran hibah daerah untuk KONI ke Dispora, Jamhuri juga bisa bernafas lega sebagai bagian dari pihak KONI Kabupaten Malang.

Pasalnya, dengan adanya perubahan itu, selain dengan tujuan peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Kabupaten Malang. Juga dimungkinkan bisa menjadi solusi tepat terkait penganggaran untuk seluruh kegiatan KONI dalam satu tahun anggaran.

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

Dimana, menurutnya, kendala anggaran hibah KONI terletak pada proses pencairannya yang tak selaras dengan kebutuhan kegiatan. Dimana untuk tahap pertama pencairan anggaran biasanya jatuh di bulan Juni dan tahap 2 antara November-Desember, tahun berjalan.

"Padahal untuk awal tahun ada kegiatan persiapan-persiapan yang juga membutuhkan anggaran. Dengan adanya perubahan pengelola anggaran, bila belum pencairan Dispora bisa mencarikan solusi untuk kebutuhan mendesak di Januari hingga April," ujarnya.

Seperti diketahui, perubahan anggaran hibah dalam pengelolaannya, telah mulai dirintis sejak tahun 2018 lalu oleh Dispora yang masih dipegang oleh Choirul Fathoni.

Dimana, Dispora telah menyampaikan dan melakukan studi banding atas perubahan pengelola anggaran dana hibah KONI ke pihaknya. Yakni ke Kementerian Olahraga dan Pemerintah Surabaya.

Perubahan itu, menurut Fathoni waktu itu, sebagai bagian untuk  menekan terjadinya kebocoran anggaran dan munculnya persoalan seperti dugaan adanya anggaran yang tidak bisa di-SPJ-kan serta sejumlah persoalan lain. Selain tentunya agar pembinaan atlet semakin terarah dan menghasilkan prestasi di berbagai kancah.

"Sebagai proteksi kebocoran anggaran. KONI bukan pengelola bantuan hibah tetapi cukup koordinasi dan pengawasan saja fungsinya," ujar Fathoni waktu itu, seperti dikutip rri.co.id (2018) lalu.

 

 

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniDana Hibah Olah RagaDinas Pemuda Dan OlahragaKONI Kabupaten MalangJamhurirapat anggota tahunan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru