Tumpukan sampah di TPST 3R di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tumpukan sampah di TPST 3R di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setiap harinya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo menampung hingga 80 ton sampah. Tingginya volume sampah tersebut, salah satunya karena mekanisme daur ulang belum sepenuhnya maksimal.

Untuk mengurangi jumlah sampah yang setiap harinya bertambah, Pemkot Batu akan melengkapi fasilitat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3 R (reduce, reuse, recycle) atau TPST Daur Ulang di masing-masing desa dan kelurahan di Kota Batu.

Hingga saat ini, belum semua dari 24 desa/kelurahan di Kota Batu memiliki TPST 3R. Dari angka tersebut, 17 TPST 3R terbangun. Artinya, masih ada 7 desa/kelurahan yang belum memiliki fasilitas TPST 3R.

“Tahun ini tinggal melengkapi tujuh desa/kelurahan yang belum memiliki,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arief Assidiq. 

Ia menjelaskan, fungsi dari TPST-3R ini adalah tempat untuk pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendaurulangan sebelum dibuang di TPA. Dia mencontohkan kegiatan di TPST-3R di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Di sana, yang mengolah sampah adalah 10 warga setempat.

Mereka bertugas untuk memilah sampah dari hasil sampah rumah tangga seluruh rumah di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. Dari gunungan sampah itu, kemudian mereka melakukan pemilihan sampah sesuai dengan kategorinya.

Misalnya sampah plastik seperti botol bekas deterjen atau makanan ringan, besi hingga sampah organik. Jika sudah dilakukan pemilihan seperti sampah plastik setelahnya akan dijual atau dijadikan bahan daur ulang. 

Yang lainnya seperti sampah organik digunakan untuk pupuk. Karena memang di masing-masing TPST-3R juga dilengkapi dengan alat mesin pembuat pupuk, mesin pencacah sampah dan mesin pengayak pupuk.

“Bu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko minta tahun ini meminta dilakukan desentralisasi. Sehingga tahun ini targetnya semua ada TPST 3R,” imbuhnya.

Menurutnya saat ini sudah dilakukan lelang untuk fasilitas mesin pengelola sampah. Pada bulan April mendatang bakal dipastikan untuk didistribusikan di TPST 3R,” jelas warga Kelurahan Sisir ini.

Untuk tahun ini DLH baru menganggarkan 5 unit mesin, dengan masing-masing mesin harga Rp 300 juta. Sedangkan kekurangannya bakal dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan 2020.

“Semoga tahun ini target kami bisa terpenuhi, karena  mesin-mesin pengolah sampah tersebut mampu mengolah 30 ton sampah perhari,” tutupnya.