barang bukti yang disita polisi dari pelaku penipuan berkedok anggota kepolisian gadungan
barang bukti yang disita polisi dari pelaku penipuan berkedok anggota kepolisian gadungan

MALANGTIMES - Pelaku penipuan kian berani melancarkan aksinya. Tidak tangung-tangung, mengaku sebagai anggota kepolisian juga nekat dilakukan guna memperdayai setiap korbannya.

Adalah Adi Rianto alias Katub warga Jalan Pegadaian, Kelurahan/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang diringkus polisi karena menjadi polisi gadungan.

”Tersangka kami amankan karena telah melakukan tindak pidana penipuan dan pemerasan. Saat melancarkan aksinya pelaku mengaku sebagai anggota polisi di satuan narkoba,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mas’udi.

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi penipuan yang disertai pemerasan ini terjadi pada 19 Oktober 2019 lalu. 

Saat itu, pelaku mendatangi rumah korbannya yang bernama Andik Wibisono warga Kelurahan/Kecamatan Turen, Kabupate Malang.

Maksud dan tujuan pelaku mendatangi rumah pria 28 tahun itu adalah untuk memberikan informasi, jika tersangka dan rekannya bakal meringkus korban karena terlibat kasus narkoba.

”Jika korban tidak ingin ditangkap oleh tersangka yang mengaku sebagai anggota polisi, maka korban harus membayar uang damai senilai Rp 7,5 juta,” terang Soleh.

Lantaran ketakutan dan terus didesak, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku. Ketika sudah mendapatkan uangnya, tersangka bergegas kabur meninggalkan kediaman korban.

”Uang damai hasil penipuan dan pemerasan itu, diakui tersangka jika uangnya akan segera diserahkan kepada temannya yang berdinas di Reskoba Talangagung, Kepanjen,” jelas Soleh.

Beberapa hari kemudian, korban berinisiatif untuk menanyakan kepada pihak kepolisian tentang statusnya yang dianggap terlibat jaringan narkoba. 

Namun saat lapor ke Polsek Turen, Andik dinyatakan tidak terjerat kasus hukum. 

Bahkan saat ditanya soal nama tersangka yang telah memerasnya dan mengaku berdinas di Reskoba, polisi mengaku jika tidak ada nama tersangka di tempat dinas yang disampaikan tersebut.

Sadar jika dirinya telah tertipu, polisi yang mendapatkan laporan akhirnya memburu keberadaan pelaku. 

Setelah sempat berstatus buronan sekitar 4 bulan, tersangka akhirnya diringkus polisi pada pertengahan Februari 2019.

”Selain meringkus tersangka, 2 buku tabungan, satu kartu ATM, dan bukti transfer ke rekening milik tersangka juga kami sita guna kepentingan penyidikan,” ujar Soleh.

Dengan tertangkapnya tersangka Katub ini, menambah catatan kelam kasus penipuan yang terjadi di Kabupaten Malang. 

”Jika melihat data yang kami himpun, kasus penipuan di Kabupaten Malang selalu mengalami peningkatan,” jelas Kasubag Humas Polres Malang, Nining Husumawati.

Maraknya kasus penipuan ini, lanjut Nining, mulai terjadi sejak tahun 2018 lalu. Ketika itu ada 57 kasus penipuan yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang.

Jumlahnya mengalami peningkatan pada setahun kemudian. Pada tahun 2019 Polres Malang mampu mengungkap sedikitnya 80 kasus penipuan. 

”Jika dirata-rata, dalam sebulan ada sekitar 5 hingga 6 kasus penipuan yang terjadi di Kabupaten Malang,” tutup Nining.