Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mengisi sensus penduduk online di kantornya Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mengisi sensus penduduk online di kantornya Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu.

MALANGTIMES - Sensus penduduk secara online sudah digalakkan pada 15 Februari lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu pun telah melakukan sosialisasi di Pemkot Batu. 

Hanya saja terdapat isu yang beredar jika terjadi peretasan data pribadi mengatasnamakan sensus penduduk online.

Tentunya ini membuat resah masyrakat, karena itu Kepala BPS Kota Batu Parjan mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka website lain, selain website resmi dari BPS. “Selain website kami berarti itu palsu,” imbuhnya,” ucapnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jika melakukan pengisian sensus penduduk langsung buka website resmi yakni www.sensus.bps.go.id. Karena cuma itu saja website resminya enggak ada yang lain,” kata Parjan.

Untungnya hingga saat ini masih belum ada laporan terkait peretasan data pribadi. Akan tetapi memang perlu diwaspadai oleh warga Kota Batu.

“Saat ini masih belum ada laporan yang aneh-aneh. Semoga sampai proses sensus penduduk selesai tidak ada laporan peretasan data,” imbuhnya. 

“Contohnya dalam website kami tidak ada yang sampai meminta nama ayah kandung atau ibu kandung. Yang seperti itu jelas palsu, biasanya kalau meminta nama anggota keluarga digunakan untuk transaksi perbankan atau kredensial,” jelas Parjan. 

Sementara, sensus penduduk 2020 dibagi menjadi dua periode. Periode pertama yakni sensus penduduk secara online. Dengan sistem ini, warga dapat mengisi data melalui website www.sensus.bps.go.id pada 15 Februari-31 Maret 2020.

Sedangkan untuk periode kedua, tahap verifikasi dan pencacahan, pengecekan lapangan dan penyisiran yang dilakukan secara door to door oleh petugas sensus bekerja sama dengan pengurus lingkungan. Kegiatan itu berlangsung pada 1-31 Juli 2020.