Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Hadi Susanto
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Hadi Susanto

MALANGTIMES - Megaproyek Islamic Center alami kegagalan ditahap awal tender yang digelar belum lama ini. Meski begitu, pembangunan proyek yang sempat mangkrak selama lima tahun itu diyakini akan tetap dilaksanakan tahun ini sesuai perencanaan yang dibuat.

Baca Juga : Kejahatan Merajalela di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kata Wali Kota Malang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Hadi Susanto menyampaikan, gagal lelang tersebut tak akan berdampak pada proses kerja sebagaimana yang direncanakan. Sehingga, proyek yang gagal lelang itu akan segera dilakukan tender ulang dalam waktu dekat.

"Itu kesalahannya ada pada kesalahan memasukkan data kualifikasi rekanan dan sudah saya tanyakan je Unit Layanan Pengadaan (ULP)," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menyampaikan, kesalahan itu lantaran dalam LPSE disebut jika kualifikasi rekanan adalah skala menengah. Padahal, kualifikasi yang semestinya dimasukkan adalah rekanan besar.

Lantaran kesalahan tersebut, ULP langsung melakukan pembenahan. Salah satunya dengan menyatakan jika proyek yang baru saja dilelang itu dinyatakan gagal tender. Langkah selanjunya adalah kembali melakukan tender lagi.

"Prosedurnya seperti itu. Sekarang tinggal nunggu jadwal lelang saja," papar dia.

Baca Juga : THR Hanya untuk ASN Eselon III ke Bawah, Tidak Bagi Presiden, Menteri dan Kepala Daerah

Sebelumnya, pengumuman megaproyek Islamic Center dilakukan pada Senin (27/1/2020) lalu. Kemudian pada Kamis (6/2/2020) lalu Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang memberi pengumuman adanya gagal tender pada kegiatan Belanja Konstruksi Pembangunan Islamic Center Tahap I.

Proyek Islamic Center Tahap I tersebut rencanaya akan menelan APBD 2020 sebesar Rp 53,7 Miliar. Anggaran itu diperuntukkan jasa konstruksi untuk pengerjaan fisik pada April mendatang. Dalam tahap 1 tersebut, gedung yang dibangun adalah gedung serba guna. Dalam gedung serba guna tersebut akan ada Museum Al Quran.