Bargaining on Mall (BoM) yang diselenggarakan Disnaker PMPTSP di Malang City Point (MCP) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Bargaining on Mall (BoM) yang diselenggarakan Disnaker PMPTSP di Malang City Point (MCP) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bargaining on Mall (BoM) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang memasuki hari kedua. Pada hari kedua, acara yang digelar mulai kemarin (21/2/2020) hingga hari ini (22/2/2020) nampak semakin dipadati ratusan pengunjung Malang City Point (MCP).

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Pekerjaan Umum, Disnaker PMPTSP Kota Malang, Tri Soekma Widajati, menjelaskan, masyarakat yang memanfaatkan momentum kegiatan BoM untuk mengurus perizinan cukup antusias.

Kurang lebih sekitar 150 hingga 200 pengajuan proses perizinan dimanfaatkan oleh masyarakat pada kegiatan tersebut. Selain itu, selama dua hari, retribusi yang berhasil terkumpul dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga cukup besar.

"Untuk retibusi dari IMB sebeaar Rp 80.943.900. Kalau untuk proses perizinan secara keseluruhan dengan ketenagakerjaan ya kurang lebih sekitar 150 hingga 200-an itu hanya untuk PU, kan adalagi yang perizinan mengenai ekonomi, wisata maupun sosial budaya, beda bidangnya," ungkapnya.

Menurutnya, untuk masyarakat yang memanfaaatkan pelayanan perizinan dalam kegiatan BoM, lebih ramai pada hari pertama (21/2/2020) jika dibandingkan dengan hari ini (22/2/2020). Meskipun begitu, dari pantauan hingga siang hari ini (22/2/2020), masyarakat yang mengunjungi BoM masih nampak terus berdatangan memadati stand pelayanan dari Disnaker PMPTSP.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Potensi Penanaman Modal Demmi Arimada menambahkan, pada hari kedua, kegiatan BoM, diisi dengan tiga seminar.

Seminar pertama dari Bank BRI yang memberikan materi perihal kredit yang ditujukan untuk pendanaan UMKM, kemudian seminar kedua diisi dari Bank Jatim dengan materi sosialisasi pajak daerah yang bisa dibayarkan ke Bank Jatim, dan seminar ketiga diisi dari pelaku usaha ritel moderen yang membahas peluang kerjasam UMKM dengan ritel modern.

"Para pesertanya kebanyakan para pelaku usaha. Ya tentunya dengan seminar ini para pelaku usaha lebih paham lagi dalam mengembangkan usaha, maupun dalam hal pendanaan permodalan," ungkapnya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, acara BoM semakin siang nampak semakin ramai dikunjungi pengunjung yang mendatangi MCP. Nampak masyarakat memadati stand-stand pelayanan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut andil dalam memberikan pelayanan publik di acara BoM.

Baca Juga : Jokowi Minta Pemda Pangkas Belanja yang Tidak Prioritas untuk Penanganan Covid-19

Selain seminar dengan peserta sekitar 200-an orang pada hari pertama dan 300-an orang pada hari kedua, acara BoM juga semakin meriah dengan adanya perlombaan menggambar yang diikuti 30 sampai 40 peserta dari anak-anak PAUD.