Kondisi saat ini, plafon berlubang di Gedung kesenian Mbatuaji di Jl Raya Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kondisi saat ini, plafon berlubang di Gedung kesenian Mbatuaji di Jl Raya Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kondisi Gedung Kesenian Mbatuaji di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, saat ini cukup memprihatinkan. Namun, gedung itu  masih digunakan  untuk beraktivitas latihan oleh berbagai kalangan. 

Karena itu, pada tahun 2020 ini, renovasi akan dilakukan. Sejauh ini, pemkot meminta detail engineering design (DED) agar renovasi gedung kesenian itu bisa dirampungkan.

Saat memasuki Gedung Kesenian Mbatuaji saat ini, kondisi cat tembok memudar. Sebagian sisi dinding cat tembok mengelupas.Kemudian langit-langit atap atau plafon banyak yang berlubang. Bahkan kondisi berlubang itu terlihat cukup besar di antara kedua sisi gedung tersebut. Rangka kayu di langit-langit juga lapuk. 

Kondisi dalam gedung pun demikian. Langit-lngit juga berlubang cukup banyak dan besar. Sehingga kondisinya sangat membahayakan saat memasuki musim hujan seperti saat ini. 

Padahal gedung ini dibangun pada tahun 2010 lalu dengan menelan anggaran APBD sejumlah Rp 4 miliar. Sebelumnya tempat ini digadang-gadang sebagai pusat para seniman Kota Batu mengekspresikan karya mereka. 

Selain itu, dulunya gedung ini selalu ramai dengan kegiatan kesenian hingga perlombaan. “Masih dalam proses perencanaan tender. Tahun 2020 ini detail engineering design (DED) harus dirampungkan terlebih dahulu,” kata Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Bangun Yulianto.

Rencananya, konsep yang akan dibangun dalam revitalisasi gedung dewan kesenian lebih modern. Dengan demikian. bangunan itu akan ditata kembali.

“Nanti di sana juga bisa untuk dibuat galeri pameran seni dan sebagainya agar semua kesenian di Kota Batu bisa tampil di gedung kesenian,” imbuhnya.

Menurut Bangun, anggaran yang disiapkan dalam DED tersebut mencapai Rp 250 juta. “Diselesaikan dulu DED-nya pada tahun 2020 ini sehingga pembangunan baru bisa dilakukan tahun 2021 mendatang,” tutup Bangun.