Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama bersama tersangka saat menunjukkan dua satwa dilindungi di Polres Batu, Jumat (21/2/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama bersama tersangka saat menunjukkan dua satwa dilindungi di Polres Batu, Jumat (21/2/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua tersangka, yakni JN, asal Kedungkandang, dan S, asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ditangkap  petugas Polres Batu pada 19 Februari lalu. Gara-garanya, mereka telah memperjualbelikan dan memelihara hewan yang dilindungi. 

Hal itu dibeberkan Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat rilis di Polres Batu, Jumat (21/2/2020). “Tersangka JN pengangkut atau pengantar,  ditangkap saat berada di tempat kejadian pekara (TKP) di depan MAN 1 Kota Batu atau Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu,” ungkapnya. 

Sedangkan tersangka S ditangkap lantaran telah menawarkan satwa yang dilindungi itu melalui media sosial atas nama RS. Dia menawarkan jenis kukang Jawa dengan harga Rp 500 ribu. 

“Saat itu petugas kami dapat informasi dari Facebook untuk memancing. Saat hendak transaksi di Kota Batu, berhasil didapat barang bukti kukang Jawa dan sepeda motor untuk mengantar atau mengangkut kukang yang ditutup dengan sprei,” beber kapolres. 

Kedua tersangka itu sudah mengetahui kalau yang dijual merupakan satwa dilindungi. “Kemudian petugas dapat kukang. Ternyata di rumah masih menyimpan satu  jenis hewan dilindungi, yakni kadal Papua, dan diminta untuk menyerahkan,” jelas kapolres.

Akibat dari perbuatannya itu, kedua tersangka dinyatakan melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Mereka diancam hukuman dengan kurun waktu selama 5 tahun. 

Tersangka S mengaku mendapatkan hewan itu dari temannya di  Blitar. Ia membeli seharga Rp 250 ribu. Hewan tersebut baru dimiliknya selama satu bulan.

“Yang Kadal baru dua minggu beli. Harganya Rp 200 ribu. Belinya dengan cara cash on delivery (COD) di daerah Blimbing,” ucap S.