Ilustrasi penganiayaan (kicaunews)
Ilustrasi penganiayaan (kicaunews)

MALANGTIMES - Supriadi alias Supri (26), warga Jalan Bareng Kartini, Klojen, Kota Malang, dan Hendrik Hermawan (20), warga Jalan Bandulan Gang VI, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang ditangkap Polsekta Sukun.

Hal itu lantaran Supri telah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam terhadap Siono Sujatmiko (22), warga Jalan Kalijogo, Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Pelaku menyerang korban dengan parang hingga mengenai tangan korban. Akibatnya, darah segar pun mengalir dari luka robek di tangan korban.

Kejadian tersebut berawal saat Siono dan Supri tengah menyaksikan kesenian kuda lumping di Jalan  Rawi Sari, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada 15 Februari 2020 pukul 23.00 WIB.

Diduga, saat tengah menonton kesenian kuda lumping, Siono tak senggaja bersenggolan dengan Supri yang saat itu membawa senjata tajam. Supri saat itu bersama Hendrik.

Tersinggung, Supri dengan dibantu Hendrik membacok Siono. Korban yang mengetahui  dibacok lantas mencoba melindungi diri dengan tangannya hingga mengalami luka.

Dari kejadian tersebut, kemudian Siono segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota. 

Kapolsek Sukun AKP Suyoto menjelaskan, setelah mendapat laporan dari pihak korban, anggota bersama tim Resmob Polresta Malang Kota bergerak menangkap pelaku.

Supri akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu malam (16/2/2020) di sekitar tempat tinggalnya. "Dari tangannya diamankan dua buah parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban," ungkap Suyoto.

Ketika dinterogasi petugas, Supri mengaku merasa tersinggung setelah bersenggolan dengan korban. "Keduanya saat ini sudah ditahan. Mereka terancam Pasal 352 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun penjara," pungkas Suyoto.