Barang bukti ganja yang ditunjukan oleh Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata (tengah) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Barang bukti ganja yang ditunjukan oleh Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata (tengah) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polisi berhasil menangkap empat pemuda pelaku penyalahgunaan narkoba berjenis ganja. 

Empat pemuda tersebut yakni Fip (23), warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang; Frank (20), warga Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang;  Aco (24), warga Jalan Mastrip, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya; dan Agam (23), warga Jalan Talas IV, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tanggerang.

Tertangkapnya keempat pemuda tersebut bermula dari tertangkapnya Fip pada 14 Februari 2020  saat berada di sebuah kantin. Petugas saat itu mencium adanya transaksi narkoba yang dilakukan Fip.  

Saat itu, Fip usai memesan ganja kepada bandar. Kemudian  Fip menjual kepada Frank tiga per empat bagian. Oleh Frank, kemudian ganja tersebut dijual kembali kepada Aco. Kemudian sisa ganja yang ada di Fip dijual kembali kepada Agam.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata menjelaskan, ganja yang yang diperoleh pelaku berasal dari Medan. Pemesan ganja tersebut adalah Fip. "Fip memesan dari Medan, seberat 1 kilogram. Barangnya dikirim lewat ekspedisi," ungkapnya.

Setelah itu, ganja tersebut kemudian diambil Frank di sebuah kantor ekspedisi. "Ganja dibeli Fip dengan harga Rp 6,5 juta dengan cara transfer. Kemudian dijual lagi dengan total keuntungan dua kali lipat, sekitar Rp 13,2 juta," bebernya.

Seluruhnya barang bukti yang diamankan seberat 0,5 kilogram. Jika dirinci, dari tersangka Fip 131,28 gram, dari Aco seberat 210,79 gram,  dan dari Agam 9,16 gram.

"Kami masih mengembangkan terus kasusnya. Masih kami dalami lagi pemasoknya," ujar kapolresta.

Tersangka atas nama Agam dan Aco dikenakan Pasal 111 Ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara Fip dan Frank dikenakan  Pasal 114  ayat 1 dan atau Pasal 111 Ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup hingga mati.