Kondisi gedung Kwartir Cabang Kota Malang yang tak terawat. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kondisi gedung Kwartir Cabang Kota Malang yang tak terawat. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan pramuka dinilai memiliki pengaruh yang cukup besar bagi pendidikan. Bahkan, salah satu pengenalan karakter anak berproses dari  kegiatan yang ada dalam pramuka.

Namun, ketika fasilitas penunjangnya kurang memadai, hal itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ya, gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang yang berada di Jl Brawijaya itu tampak memprihatinkan. Padahal gedung ini menjadi sarana untuk aktivitas pramuka di Kota Malang.

Selain tampak tak terawat, banyak sekali ditemui atap gedung yang bolong. Kebersihan di area tempat juga seakan tak diperhatikan. 

Keadaan itu langsung dikritisi Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri acara Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Malang, Jumat (21/2). "Jelas malu lah punya gedung begini. Pramuka kok seperti ini. Lihat itu (menunjuk area yang kotor, dan atap bolong)," ungkapnya.



Dijelaskan, pramuka menjadi bagian penting yang semestinya seiring dengan perkembangan zaman bisa lebih eksis. Namun, jika fasilitas penunjangnya tidak memadai, maka akan menjadi salah satu kendala.

"Bagaimana pramuka ini semakin hari harus semakin eksis. Gedung ini sudah waktunya dibenahi. Saya khawatir nanti kalau ada yang jatuh. Ini rasanya nggak pantas dipakai," ucap Sutiaji.

Dalam hal ini, wali kota  meminta kepada instansi terkait, yakni Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk menyiapkan detail engineering design (DED) gedung pramuka sehingga bisa segera direalisasikan proses revitalisasinya.

"Saya minta DED nanti biar tahun 2020 ini dianggarkan Disporapar. Ini salah satu yang perlu dioptimalkan biar segera apakah mau dibongkar atau dibenahi nanti," tandas Sutiaji.