Sugeng Santoso saat menjalani persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Sugeng Santoso saat menjalani persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sidang kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang dengan terdakwa Sugeng Santoso kembali berlanjut pada Selasa mendatang (25/2/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. 

Persidangan tersebut mengagendakan tanggapan pihak Jakasa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi pihak kuasa hukum Sugeng pada sidang sebelumnya (19/2/2020).

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

Dalam persidangan sebelumnya, kuasa hukum Sugeng, menilai surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu, dengan tuntutan seumur terlalu imajinatif.

"Jaksa gagal membuktikan dakwaan pembunuhan berencana yang dilakukan Sugeng. Dalam surat tuntutan tersebut Jaksa menerangkan jika korban dihabisi dengan digorok lehernya menggunakan cutter berwarna kuning. Sedangkan hasil dari visum menyatakan korban meninggal terlebih dulu," jelas Iwan Kuswardi, Ketua tim kuasa hukum Sugeng Santoso (20/2/2020)

Lanjutnya, dalam hal ini Jaksa menerangkan jika seolah-olah korban telah dibunuh oleh Sugeng.

Padahal hasil visum et repertumnya post mortem atau dipotong setelah meninggal dunia.

"Semua yang diuraikan jaksa tidak sesuai dengan fakta persidangan. Apalagi tudingan jaksa yang menyebut Sugeng membunuh korban lantaran hasrat seksual tidak terpuaskan,"bebernya

Karena itu, dalam nota pembelaannya, pihak kuasa hukum meminta majelis Hakim PN Kota Malang untuk terdakwa Sugeng dinyatakan tidak bersalah, kemudian meminta dibebaskan dari segala tuntutan, meminta agar Sugeng dilepaskan dari tahanan. Selain itu, pihak kuasa hukum juga meminta agar Sugeng bisa direhabilitasi namanya.

Sementara itu, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Wanto Hariyono mengatakan kepada majelis hakim untuk memberikan tanggapan tertulis.

"Kami akan memberikan tanggapan tertulis, Senin (24/2/2020)," ujarnya.

Baca Juga : Hati-Hati Jambret, Barang Belanjaan Tak Seberapapun Disikatnya Kini

Dari informasi, pihak JPU, sempat didesak majelis hakim segera memberikan tanggapannya atas pledoi pihak kuasa hukum terdakwa agar bisa segera dibacakan. 

Sebab, kasus ini harus segera diputuskan karena pada akhir Maret masa tahanan Sugeng telah habis.

Agenda persidangan kasus mutilasi Sugeng Santoso pun disepakati hakim kembali berlanjut pada  Selasa (25/2/2020) dengan agenda tenggapan atas pledoi oleh pihak JPU dan pada sore harinya akan langsung dilanjutkan pihak kuasa hukum yang membacakan duplik atas replik dari JPU.