Screenshoot Video
Screenshoot Video

MALANGTIMES - Beredar video karangan bunga mengular ditujukan kepada Bankir yang mendirikan Bank OCBC NISP atau sebelumnya bernama Bank NISP, Karmaka Surjaudaja. Karmaka telah meninggal dunia di usia 85 tahun, sekitar pukul 15.25 WIB di RS Boromoeus, Bandung pada Senin (17/2/2020).

Dalam video tersebut terdengar suara lelaki di dalam mobil menceritakan situasi jalan di Setia Budi Regency, Bandung yang dipenuhi karangan bunga yang ditujukan untuk Karmaka Surjaudaja.

"Ini di sepanjang Setia Budi Regency mah karangan bunga semua, sampai ring satu ya ampun," ucapnya.

Bahkan dalam pertengahan jalan, lelaki tersebut menceritakan bahwa sosok Karmaka Surjaudaja adalah pria yang sangat diingat semasa hidupnya, karena memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi.

"Ini bener-bener melebihi pejabat tinggi presiden, pak Karmaka luar biasa. Memang betul-betul orang baik, sosial, penuh kasih," katanya. "Gila kan, bisa berjajar begini. Itu kalau dijajaran terus habis jalannya, itu kan ada yang tumpuk double-double, gila gila," imbuhnya terheran-heran.

Untuk diketahui, Karmaka Surjaudaja adalah Pendiri Bank OCBC NISP. Pria kelahiran Fujian, China 29 April 1934 itu mulai mengelola bank pada tahun 1963 dengan jabatan Direktur Operasional.

Bank NISP yang saat ini berganti nama menjadi Bank OCBC NISP tercatat merupakan bank tertua keempat di Indonesia yang didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.

Sebelumnya, Karmaka juga pernah menjadi pimpinan perusahaan di Bandung, tepatnya menjadi Direktur Pertenunan & Perdagangan PT Dharma Kusuma dan Wakil Pimpinan Perusahaan Dying, Finishing dan Printing NV Padasuka.

Dikutip dari berbagai sumber, Karmaka rela menunda kuliah agar adik-adiknya tetap bersekolah hingga ia pernah bekerja sebagai guru olahraga, guru les hingga buruh di salah satu pabrik untuk membiayai sekolah adiknya tersebut.

Dalam urusan sosial, Karmaka pernah menjadi pengurus berbagai organisasi sosial, antara lain adalah Yayasan Hati Indonesia Jawa Barat, Yayasan Stroke Indonesia Jawa Barat, Asosiasi Pengusaha Taiwan, dan Dewan Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia. Selain itu, Karmaka tercatat juga pernah menjadi orang tua asuh dari lebih dari 1.600 sarjana/pasca sarjana di Indonesia.

Karena dari prestasinya tersebut, banyak orang yang mengucapkan bela sungkawa kepada Karmaka Surjaudaja. Bahkan ucapan bela sungkawa yang diberikan dalam bentuk karangan bunga itu menyelimuti hampir seluruh kawasan Setia Budi Regency, Bandung.