Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian

MALANGTIMES - Jajaran Satreskrim Polres Malang masih terus mendalami kasus tewasnya Faisol Amir warga Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (20/2/2020).

Selain melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi juga masih sibuk memburu keterangan beberapa saksi termasuk kesaksian dari terduga pelaku penembakan yang bernama Tubi warga Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

”Kasusnya masih dalam proses pendalaman petugas, dari hasil penyidikan sementara kami menemukan 4 karung berisi pohon cabai yang tersimpan di rumah korban penembakan,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kamis (20/2/2020) malam.

Seperti yang sudah diberitakan, Faisol Amir diduga meninggal saat melancarkan aksi pencurian cabai di ladang milik menantu dari pelaku penembakan, yakni Tubi pada Selasa (18/2/2020) malam.

Jasad pria 37 tahun itu baru ditemukan pada keesokan paginya, yakni pada hari Rabu (19/2/2020). Saat itu, jenazah korban ditemukan telungkup di selokan yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Usai dilaporkan ke pihak kepolisian, mayat Faisol langsung dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) guna diautopsi. ”Hasil autopsi menunjukkan jika penyebab kematian korban karena kekurangan oksigen akibat paru-parunya mengalami kebocoran. Hal itu dikarenakan adanya peluru senapan angin yang menembus leher bagian kiri korban, yang kemudian turun ke kerongkongan sebelum akhirnya bersarang di paru-parunya,” jelas Andaru.

Di sisi lain, dari hasil olah TKP yang dilakukan pihak kepolisian, menunjukkan jika terduga pelaku penembakan terbilang cukup handal. Meski usianya sudah 74 tahun, dan jarak pandang yang minim karena dilakukan saat malam hari. Namun, dalam sekali tembakan bisa tepat di sisi leher korban.

”Pelaku melakukan penembakan dengan senapan angin dari jarak sekitar 20 meteran, hanya satu kali tembakan dan tepat mengenai leher korban,” ungkap Andaru.

Selain memburu kesaksian dari pelaku, lanjut Andaru, pihaknya juga menyita beberapa barang bukti dari tangan pelaku penembakan. ”Barang bukti yang kami amankan dari pelaku adalah sepucuk senapan angin, satu bungkus mimis (peluru) berisi 52 butir, dan 2 buah tas ransel serta 2 sarung bantal berisi cabai rawit yang diduga hendak dicuri oleh korban,” sambung Andaru.

Guna memastikan apakah korban memang pelaku pencurian, polisi juga sempat melakukan pendalaman di rumah korban yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Di sana petugas menemukan barang bukti berupa 4 karung berisi pohon cabai, yang diduga kuat merupakan hasil curian dari ladang cabai milik menantu dari pelaku penembakan.

”Kalau dari barang bukti yang kami peroleh, menguatkan jika korban ini memang pelaku pencurian. Sedangkan dari keterangan pemilik lahan, aksi pencurian korban diduga terjadi sejak 4 hari sebelum insiden penembakan terjadi,” tutup Andaru.