Anggota kepolisian Polres Malang saat melakukan razia pengamanan paska laga final Piala Gubernur Jatim berakhir
Anggota kepolisian Polres Malang saat melakukan razia pengamanan paska laga final Piala Gubernur Jatim berakhir

MALANGTIMES - Polres Malang tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan di wilayah hukum mereka, Kamis (20/2/2020), meski Persebaya Surabaya dipastikan menang dengan skor 4-1 saat menghadapi Persija Jakarta, dalam laga Final Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat memimpin apel kesiapan razia penyekatan di Pos Polisi Karanglo. Pihaknya mengaku sudah mengerahkan beberapa personel untuk melakukan razia penyekatan dan pemantauan di titik rawan adanya potensi kericuhan.

”Sedikitnya ada 100 personel yang kami kerahkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan di beberapa titik rawan kericuhan di Kabupaten Malang. Di mana 50 kekuatan personel diinstruksikan untuk melakukan pengamanan secara terbuka, sedangkan 50 personel lainnya melakukan pengamanan secara tertutup,” jelas Hendri.

Perwira polisi yang baru saja menerima tongkat komando sebagai Kapolres Malang pada 14 Februari lalu ini, menambahkan jika sebanyak 50 personel yang diinstruksikan melakukan pengamanan secara terbuka tersebut bertugas melakukan razia penyekatan di tempat transportasi umum dan akses jalan bagi para suporter menuju Kabupaten Malang.

Sedangkan 50 personel yang melakukan pengamanan secara tertutup, disebar di berbagai daerah di Kabupaten Malang, guna memastikan tidak adanya aksi usai Persija Jakarta kalah saat menghadapi Persebaya di Stadion Glora Delta, Sidoarjo.

”Nantinya bagi personel yang ditugaskan segera melakukan pengamatan dan pengamanan di wilayah rawan terjadinya kerusuhan. Seperti misalnya di perbatasan Kecamatan Lawang dan akses keluar masuk Tol Malang-Pandaan di kawasan Karanglo,” ucap Hendri.

Menurutnya, langkah preventif yang diambil oleh Polres Malang tersebut, sesuai dengan atensi dari Kapolri melalui Kapolda Jatim. Yakni usai kerusuhan antar suporter Aremania dan Bonek Mania yang terjadi di Blitar, seluruh Polres Jajaran yang ada di wilayah hukum Polda Jatim, diinstruksikan untuk turut serta mengantisipasi adanya gelombang balasan dari pihak yang merasa tidak terima dengan adanya kericuhan antar suporter tersebut.

”Langkah pengamanan ini kami lakukan mulai tadi sore (Kamis 20/2/2020) hingga malam hari usai laga berakhir, giat razia ini baru kita hentikan jika situasi dipastikan kondusif,” tegas Hendri.

Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan dari Satlantas, Satreskrim, Sabhara, dan Polsek Jajaran di Polres Malang yang terlibat, terpantau masih melakukan pengamatan di beberapa titik yang dianggap rawan.

”Anggota masih di lapangan, terpantau situasi masih kondusif dan kami tidak menemukan adanya supporter yang berpotensi melakukan kericuhan paska laga final Piala Gubernur Jatim,” tutup Hendri.