Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Tampil bersama setelah rekomendasi DPP PDI Perjuangan jatuh pada duo banteng di Gema Desa, Singosari, raut wajah Sanusi dan Didik Gatot Subroto, memancarkan optimisme tinggi.

Duo banteng Kabupaten Malang ini siap mengubur kenangan pahit di kontestasi demokrasi lima tahunan ini. Setelah di tahun 2010 dan 2015 lalu, banteng moncong putih tersingkir dan kalah.

Satu kekalahan di tahun 2015 lalu, bahkan pelakunya kini telah resmi menjadi banteng baru. Yakni Sanusi yang saat itu menjadi calon wakil bupati diusung oleh PKB dan merapat ke Rendra Kresna yang awalnya berangkat dari partai Golkar.

Politik itu cair. Itu pula yang terjadi di Pilkada 2020. Sanusi yang didapuk sebagai calon bupati PDI Perjuangan, awalnya digadang-gadangkan oleh PKB sebagai kandidat terkuatnya. Didik Gatot Subroto yang menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang sekaligus Ketua DPRD, yang pernah mengatakan tak maju dalam pilkada, akhirnya menjadi satu paket yang dipercaya dan diberi amanah untuk memenangkan kontestasi demokrasi lima tahun ini.

"Saya bertekad kuat untuk memenangkan PDI Perjuangan dan akan membesarkan PDI Perjuangan dan setia lahir batin," ucap Sanusi, Kamis (20/2/2020).

Turunnya rekom PDI Perjuangan ke Sanusi yang telah siap didukung oleh 25 PAC PKB itu memang cukup mengagetkan. Terlebih lagi, Sanusi juga membuat pernyataan secara terbuka mengganti baju partainya. Perpindahan itu juga dapat  dimungkinkan akan membuat kader PKB menjadi seteru di Pilkada 2020. Meski demikian, Sanusi juga berharap, PKB bisa mendukung dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Senada Didik Gatot pun menyampaikan, bahwa dengan turunnya rekom ke dirinya sebagai tandem Sanusi, dirinya akan siap menjalankan amanah itu secara sungguh-sungguh.

Tak hanya itu untuk mengubur kenangan pahit PDI Perjuangan di Pilbup lalu, dirinya juga menyampaikan masih terus melakukan berbagai komunikasi dengan seluruh parpol di Kabupaten Malang.

"Kita terus membuka ruang berkomunikasi dengan semua partai di Kabupaten Malang. Harapannya semua partai bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan," ujar Didik.

Komunikasi politik yang akan dibangun PDI Perjuangan ini tentunya dimungkinkan sebagai sarana untuk bisa membangkitkan lagi kejayaan banteng moncong putih di Bumi Arema. Khususnya di Kabupaten Malang yang dua kali terpuruk kalah oleh calon parpol lainnya. 

Bila koalisi pelangi terwujud, kontestasi pilkada 2020 di Kabupaten Malang, memang akan berjalan landai dan tak akan panas suhu persaingannya. Dimungkinkan, bila itu berjalan maka akan hanya ada dua calon yang bertarung. Yakni Sanusi-Didik dengan koalisi pelanginya versus Hari Cahyono-Gunadi Handoko dari jalur independen.

Maka, kans kemenangan koalisi parpol dengan calon kepala daerah PDI Perjuangan, akan semakin terbuka lebar.
Didik pun menyampaikan, dari hasil komunikasi itu telah ada beberapa partai yang mendekat untuk membangun koalisi.
"Kita fleksibel kepada semua partai. Dari Nasdem, Gerindra, PPP, dan semua yang ada di Kabupaten Malang kita coba untuk ajak bicara," ujarnya.

Bagaimana bila PKB yang merasa 'ditinggal' Sanusi, akan memilih menjadi seteru dan siap bertempur habis-habisan memperebutkan kursi nomor satu di Kabupaten Malang. Serta rekomendasi jagoannya beralih ke awal seperti banyak berhembus yaitu jatuh ke Ali Ahmad atau Gus Ali. Serta menggandeng para balon yang tak mendapat rekom dari partai.

Khususnya para balon dari PDI Perjuangan, seperti Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang, Hasan Abadi yang sempat optimis mendapat rekom, Umar Usman dan lainnya. Atau dari calon partai Golkar yang sampai saat ini juga terkesan menunggu peta pergerakan politik dari para rivalnya.

Maka, kemungkinan pertarungan Pilkada 2020 pun masih akan terbilang ramai. Walau pun seperti yang disampaikan pengamat politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari seperti dikutip detikNews (Rabu, 19 Februari 2020), PKB akan berhadapan dengan popularitas Sanusi dan tentunya PDI Perjuangan.

"Itu yang berat. Peluang menang (PDI Perjuangan) akan cukup besar, akan berbeda dengan PKB jika mengusung calon sendiri," ujarnya.

Peluang itu pula yang dimungkinkan di tangkap PDI Perjuangan atas sosok Sanusi yang merupakan kader PKB. Serta menariknya secara cepat untuk berada di PDI Perjuangan dan memperjuangkan kemenangan di Pilkada 2020. 

PDI Perjuangan tentunya tak ingin terus mengingat kenangan pahit di dua Pilbup Malang. Sehingga berbagai manuver untuk mengembalikan kejayaan dan kemenangan pun dilakukan secara penuh dan cepat. Tak terkecuali memasangkan Sanusi yang kini resmi menjadi anggota dan kader PDI Perjuangan, setelah lama sekali berada di naungan PKB dengan kader gemblengannya Didik Gatot.

"Ini langkah tepat dan cerdas PDIP dengan merekom Pak Sanusi dan Pak Didik... PDIP ingin menang pada Pilkada 2020 di wilayah Jawa Timur," ucap Wawan seperti dikutip detikcom.