Soal Koalisi pada Pilbup 2020, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang : Kami Fleksibel dengan Semua Partai

Feb 20, 2020 15:22
Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto saat menghadiri acara di Musium Singhasari, Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto saat menghadiri acara di Musium Singhasari, Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pibup) Malang mulai hangat. Ini ditandai dengan terbitnya rekomendasi DPP PDIP terhadap pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang pada Pilbup Malang 2020. 

Seperti diketahui, DPP PDI Perjuangan telah mengeluarkan rekom untuk sekitar 49 calon kepala daerah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Malang.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Secara mengejutkan, PDIP merekom bakal calon incumbent HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto (Ketua DPRD Kabupaten Malang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang). 

Saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan Gema Desa, Kamis (20/2/2020) terkait peluang PDIP berkoalisi dengan partai lain. 

"Ya kita fleksibel aja. Hari ini sedang membuka ruang, kita sedang berkomunikasi dengan semua partai di Kabupaten Malang,"tegasnya.

Didik juga berharap semua partai politik di Kabupaten Malang untuk bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

"Harapan kita saudara-saudara partai di Kabupaten Malang itu bisa bareng-bareng berkoalisi dengan kita. Itu semakin bagus, semakin kuat. Artinya proses politik ini akan semakin mudah," jelas Didik. 

Menurutnya, sudah ada beberapa partai yang mendekat ke PDIP dan berkomunikasi tentang kemungkinan membangun koalisi yang solid.

"Kita fleksibel kepada semua partai. Ya mulai Nasdem, Gerindra, PPP, dan semua yang ada di Kabupaten Malang kita coba untuk ajak bicara," jelasnya. 

Dikonfirmasi awak media terkait keputusan Bupati Malang Sanusi berlabuh ke PDI Perjuangan, Didik enggan berkomentar lebih jauh. 

Ia hanya menyampaikan bahwa alasan Sanusi berganti baju PDIP sudah tertuang dalam press rilis yang ditulis oleh Sanusi.

"Ndak, ndak, seperti beliau kan sudah press rilis. Ya itulah, yang ada di press rilis itu yang menjadi putusan dan alasan Pak Sanusi ke PDIP," ujarnya. 

Untuk menata strategi pemenangan dalam kontestasi Pilbup Malang 2020, lanjutnya, PDI Perjuangan akan menggelar sekolah partai.

"Tahapannya yang jelas kalau di PDIP nanti ada sekolah partai yang dikhususkan kepada bakal calon kepala daerah yang direkom partai. Harus mengikuti sekolah partai yang disiapkan oleh DPP. Tahapannya itu dulu nanti," bebernya. 

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Saat ditanya kesiapan dirinya mendampingi Sanusi dalam pertarungan politik nanti, Didik dengan tegas menyatakan akan siap menjalankan mandat partai dengan serius dan sungguh-sungguh. 

"Karena ini penugasan dari partai, maka saya sebagai petugas partai harus menjalankannya dengan ikhlas," ungkapnya. 

Tugas selanjutnya, menurut Didik, ia akan menyiapkan kader pengganti posisinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang andai terpilih mendampingi Sanusi menjadi Wakil Bupati Malang.

Namun, terkait siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik menjawab dengan singkat. "Belum, belum. Itu kewenangan DPP PDIP," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangKetua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot SubrotoPemilihan Bupati Malang 2020DPRD Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru