Dari kiri, Kasubag Humas, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leo Simarmata, Kanit Resmob, Iptu Sugeng Iriyanto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dari kiri, Kasubag Humas, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leo Simarmata, Kanit Resmob, Iptu Sugeng Iriyanto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tiga dari empat kompolotan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curat) ditangkap Timsus Singo Arema Police. Satu dari tiga pelaku yang tertangkap, terdapat satu orang perempuan. Mereka melakukan perampasan motor dan barang berharga milik warga Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Para pelaku yakni, Saiful Zainudin (29), warga Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang; 
Muhammad Afan Savani Adam (18), warga Jl Gapuro,  Kelurahan Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang; dan Melati Lorensa Ayu Putri Chambaly, Jalan Bandulan, Kelurahan bandula, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengungkapkan, jika pelaku ini beraksi pada 12 Februari 2020, di tanah kosong Jalan Bandulan Barat Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Pelaku beraksi dengan modus menjadikan Melati Lorensa Ayu Putri sebagai umpan agar korban mau untuk diajak bertemu. Saat itu korban dan pelaku sepakat untuk bertemu disebuah lahan kosong dikawasan Jalan Bandulan Barat. Saat bertemu dengan korban, pelaku ditemani oleh Muhammad Afan.

Setelah tiba disana dan bertemu dengan Melati Lonresna Ayu Putri, pelaku Saiful, lantas muncul Saiful bersama satu ornag lahi berinisial D yang saat ini tengah buron mendatangi korban. Setalah itu Saiful kemudian mengakui sebagai anggota polisi dan menuduh korban tengah melakukan transaksi.

"Untuk meyakinkan aksinya menyaru sebagai polisi, dia juga membawa sebuah pistol korek. Pelaku sempat memukul helm korban dengan pistolnya. Setelah itu pelaku mengatakan agar menyelesaikannya ke kantor," beber Leo, sapaan akrab pria dengan tiga melati dipundaknya itu.

Pelaku kemudian berpura-pura hendak mengamankan motor dan merampas barang-barang milik korban dan mengatakan akan diamankan di kantor kepolisian. Korban yang ketakutan tak berani melawan. Setelah itu pelakupun kabur meninggalkan korban.

"Kendaran korban ini dijual kepada penadah yang saat ini kita juga amanakan, berinisial DS (Dewa Saputra). 
Uang hasil curian ini mereka bagi-bagi. Sebagian ada yang mendapat Rp.500 ribu, ada yang dibagi Rp. 100 ribu. Sisanya untuk digunakan foya-foya," jelasnya.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap satu perilaku lain berinisial D, warga Pandanlandung yang masih buron.  Sementara para pelaku terancam pasal 365 ancaman hukuman sembilan tahun penjara dan untuk Dewa Saputra dieknakan pasal 480 ancaman hukuman emapt tahun penjara.

"Kalau pengakuan pelaku dia nekat melakukan hal ini karena pacarnya (Melati) digoda oleh korban dengan dikirimi pesan diajak ke villa. Dari situ pelaku ingin memberikan pelajaran terhadap korban. Tapi ini masih terus kami kembangkan, tidak serta merta percaya,"pungkasnya.