Ilustrasi pernikahan (Foto: istimewa)
Ilustrasi pernikahan (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pernikahan dini menjadi salah satu perhatian di berbagai daerah. 

Kasus-kasus siswa-siswi sekolah yang menjalankan pernikahan di usia yang kurang dari ketentuan memang cukup memprihatinkan.

Di Kota Malang, hal ini rupanya menjadi salah satu fokus untuk diantisipasi. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

 

Ya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melakukan pembinaan dan monitoring dengan program Sekolah Sadar Kependudukan (SSK).

Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih mengatakan melalui program ini, nantinya setiap sekolah bisa melakukan pembinaan hingga monitoring masalah kependudukan bagi generasi muda atau kaum millenial khusunya di tingkat SMP dan SMA.

"SSK sendiri bisa ditempatkan di pojok-pojok atau ruangan di masing-masing sekolah. Inu menjadi salah satu upaya menfasilitasi murid-murid untuk masalah kependudukan. Karena remaja merupakan generasi penerus yang harus tahu, yang harus memahami, yang bisa melaksanakan pengendalian penduduk itu sendiri," ujarnya belum lama ini.

Program ini dijelaskannya, sebagai salah satu langkah dalam memberikan edukasi begi anak remaja dalam perencanaan kehidupan di masa depan. 

Hal inilah, yang dinilai juga bisa untuk menekan pernikahan dini.

Artinya, para pelajar dituntut untuk memahami mengenai masalah kependudukan, sehingga ke depan bisa mempersiapkan untuk membangun keluarga di usia yang tepat.

"Sehingga anak-anak ini bisa mengerti proses kependudukan, juga membuat pelahar mengerti perkawinan dini. Sehingga ke depan lebih dipersiapkan lagi agar tidak ada pernikahan dini. Mereka siap untuk membangun dirinya sendiri, keluarga maupuj bangsa dan negara," jelasnya.

Sejauh ini baru beberapa sekolah saja di Kota Malang yang menurutnya sudah menerapkan program ini. 

Pihaknya berharap ke depan seluruh sekolah baik itu SMP, SMA, maupun SMK bisa menjalankan program SSK. Apalagi, program ini juga telah dianjurkan dari pemerintah pusat.

"Sekarang baru ada 5 sekolah, tapi ke depan kami berharap semua sekolah bisa memiliki SSK. Karena pembelajaran kependudukan ini penting, kami juga akan terus mengadakan sosialisasi baik itu pertemuan dengan sekolah atau pengimplementasian melalui perlombaan-perlombaan," tandasnya.