Ilustrasi penikaman (kompas)
Ilustrasi penikaman (kompas)

MALANGTIMES - Kasus penikaman hingga menyebabkan Sugianto (19) seorang seniman Jaranan warga Dusun Pakel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari pada 8 Desember 2020 lalu, saat ini masih perburuan petugas.

Sebelumnya petugas telah melakukan penggerebekan terhadap pelaku penikaman yang telah teridentifikasi identitasnya. 

Petugas melakukan penggerebekan di rumahnya di kawasan Kota Malang. 

Namun, saat petugas mendatangi kediaman pelaku bersama keluarganya tidak ditemukan di kediamannya tersebut.

"Kabur saat kita datangi ke lokasi. Di sana keluarganya juga nggak ada," ungkap salah seorang anggota kepolisian yang enggan disebut namanya, Rabu (19/2/2020).

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, menambahkan kasus yang sebelumnya  ditangani Polsekta Kedungkandang saat ini telah dilimpahkan penanganannya ke Polresta Malang Kota.

"Kasusnya dilimpahkan ke sini. Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mohon doanya," ungkapnya.

Sementara itu, perihal kronologis kejadian penusukan hingga menyebabkan tewasnya Sugianto, terjadi saat korban tengah pentas kesenian kuda lumping di kawasan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang.

Saat tengah tampil, pelaku yang juga tengah menonton diduga sempat tersenggol oleh korban. 

Dari senggolan tersebut, pelaku yang dari informasi tengah mabuk kemudian merasa emosi hingga akhirnya pelaku menusuk korban dengan senjata tajam yang dibawanya.

Setelah melakukan penusukan tersebut, pelaku langsung melarikan diri sementara korban mulai ambruk dengan luka tusuk pada daerah perutnya.

Dari situ, korban kemudian lantas di bawa ke RSSA Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. 

Namun setelah menjalani perawatan selama tiga hari, korban yang tak sanggup bertahan akhirnya mengehembuskan nafas terakhirnya pada 11 Februari 2020.

"Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap. Yang jelas kami sudah kantongi identitasnya," pungkasnya.